Apa Itu Anafilaksis? Mengenal Reaksi Alergi Berat yang Mengancam Jiwa

Vania Rossa Suara.Com
Selasa, 26 November 2024 | 12:42 WIB
Apa Itu Anafilaksis? Mengenal Reaksi Alergi Berat yang Mengancam Jiwa
Apa Itu Anafilaksis (Unsplash)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Alergi adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat tertentu yang tidak berbahaya bagi orang lain. Reaksi yang muncul bisa berupa kulit gatal, bentol, kemerahan, atau bahkan bersin dan hidung meler. Namun, ada pula reaksi parah yang disebut anafilaksis. Apa itu?

Anafilaksis merupakan syok akibat reaksi alergi yang berat. Reaksi alergi ini menyebabkan penurunan tekanan darah secara drastis dan penyempitan saluran pernapasan. Bila tidak segera ditangani, kondisi ini dapat mengancam jiwa.

Apa Itu Anafilaksis?

Anafilaksis merupakan reaksi alergi yang cukup berat dan terjadi secara tiba-tiba sesaat setelah tubuh terpapar pemicu alergi. Kondisi ini termasuk kondisi medis darurat, lantaran bisa menyumbat saluran pernapasan, bahkan bisa berakibat jatuh ke kondisi syok.

Diketahui, reaksi tubuh setiap orang terhadap alergi sangatlah bervariasi. Sejumlah orang mungkin akan mengalami reaksi ringan, seperti kemerahan, gatal-gatal, hidung berair, bersin-bersin atau kondisi ringan lainnya. Namun beberapa penderita alergi juga bisa mengalami reaksi berat, seperti gatal-gatal di sekujur tubuh, sesak napas, mual, muntah, hingga terkena syok anafilaksis.

Saat mengalami syok anafilaksis, maka sistem imun akan melepas zat-zat kimia yang bisa memengaruhi berbagai sistem di dalam tubuh. Sehingga, bisa dikatakan bahwa anafilaksis merupakan kondisi darurat yang perlu mendapat penanganan segera. Jika dibiarkan terlalu lama, maka  berpotensi mengakibatkan kondisi yang lebih serius, misalnya tekanan darah menurun dan berujung hilangnya kesadaran.

Tak hanya sampai di situ, kondisi akibat alergi parah ini juga berpotensi menyebabkan pembengkakan di saluran pernapasan hingga membuat penderitanya kesulitan bernapas, berbicara, dan menelan. Akibatnya kondisi ini bisa mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan baik.

Sebagai tambahan informasi, anafilaksis atau syok anafilaktik, dapat terjadi pada orang dengan usia berapa pun, termasuk bayi, balita dan anak-anak. Akan tetapi, sebagian besar kasus anafilaksis terjadi pada orang dewasa usia antara 30 dan 39 tahun. 

Penyebab Anafilaksis

Baca Juga: Dokter Anak Jawab Pertanyaan Orangtua Seputar Alergi Bayi, Faktor Keturunan Beneran Berpengaruh?

Anafilaksis dapat terjadi karena seseorang terpapar zat alegen, baik itu dari memakan, meminum, menghirup, atau menyentuhnya. Hal itu disebabkan karena sistem kekebalan tubuh merespons zat alergen secara berlebihan. Berikut adalah bahan-bahan yang bisa memicu anafilaksis:

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI