Apa Perbedaan HIV dan AIDS? Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 30 Oktober 2024 | 14:37 WIB
Apa Perbedaan HIV dan AIDS? Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pencegahannya
Ilustrasi Perbedaan HIV dan AIDS. (Shutterstock)

Suara.com - Kondisi HIV dan AIDS banyak dipahami sebagai kondisi gangguan kesehatan yang sama. Nyatanya, kedua penyakit ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Penyebutan HIV/AIDS mungkin jadi salah satu penyebab kenapa masyarakat banyak mengalami mispersepsi. Yuk, pahami apa perbedaan HIV dan AIDS lewat penjelasan berikut!

Apa Itu HIV?

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Virus ini secara khusus menargetkan sel CD4, yaitu sel darah putih yang berperan penting dalam melawan infeksi. Ketika HIV menginfeksi tubuh, virus ini akan terus berkembang biak dan merusak sel CD4. 

Apa itu AIDS?

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang sudah sangat lemah akibat infeksi HIV yang tidak terkontrol. Dengan sistem kekebalan tubuh yang rusak, penderita AIDS akan sangat rentan terhadap berbagai macam infeksi dan penyakit, seperti pneumonia, tuberkulosis, dan beberapa jenis kanker.

Apa Perbedaan HIV dan AIDS?

Dari penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa infeksi virus HIV akan memicu kondisi AIDS. AIDS akan muncul sebagai akibat dari serangan HIV. AIDS juga dapat disebut dengan HIV stadium 3, dengan kondisi dan gejala yang kompleks yang memerlukan diagnosis lebih mendalam oleh dokter atau ahli kesehatan.

Gejala

HIV: Pada tahap awal, gejala HIV seringkali tidak spesifik atau mirip dengan flu, seperti demam, sakit kepala, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening. Pada tahap lanjut, gejala dapat meliputi penurunan berat badan, diare kronis, dan infeksi berulang.

AIDS: Gejala AIDS lebih bervariasi tergantung pada jenis infeksi oportunistik yang menyertai. Beberapa gejala umum meliputi pneumonia, tuberkulosis, infeksi jamur, dan kanker tertentu.

Penyebab HIV

HIV dapat menular melalui pertukaran cairan tubuh tertentu, seperti:

  • Hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang terinfeksi HIV.
  • Penggunaan jarum suntik yang tidak steril, transfusi darah yang terkontaminasi.
  • Ibu hamil ke anaknya yang dapat ditularkan selama kehamilan, persalinan, atau menyusui.

Pencegahan HIV

  • Praktik seks aman: Selalu gunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Hindari penggunaan jarum suntik bersama: Hanya gunakan jarum suntik sekali pakai dan steril.
  • Tes HIV: Lakukan tes HIV secara rutin, terutama jika Anda termasuk dalam kelompok berisiko.
  • Konsultasi dengan dokter: Bagi ibu hamil, konsultasi dengan dokter sangat penting untuk mencegah penularan HIV ke bayi.

Pengobatan

HIV: Tersedia obat antiretroviral (ARV) yang sangat efektif dalam menghambat perkembangan virus HIV dan memperlambat kerusakan sistem kekebalan tubuh.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

HIV Menular Lewat Apa Saja? Viral Kasus Penularan Terjadi Pada Anak 9 Tahun

HIV Menular Lewat Apa Saja? Viral Kasus Penularan Terjadi Pada Anak 9 Tahun

Health | Rabu, 30 Oktober 2024 | 14:11 WIB

Telemedisin Bantu Pengobatan HIV-AIDS di Jakarta, Gimana Cara Kerjanya?

Telemedisin Bantu Pengobatan HIV-AIDS di Jakarta, Gimana Cara Kerjanya?

Health | Jum'at, 23 Februari 2024 | 17:45 WIB

Emiten Ini Munculkan Tayangan Tentang HIV/AIDS di 924 Layar Televisi KRL, Apa Tujuannya?

Emiten Ini Munculkan Tayangan Tentang HIV/AIDS di 924 Layar Televisi KRL, Apa Tujuannya?

Bisnis | Selasa, 12 Desember 2023 | 17:20 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB