Bahaya Asap Rokok di Rumah: Ancaman Serius bagi Kesehatan Anak

Jum'at, 04 Oktober 2024 | 14:05 WIB
Bahaya Asap Rokok di Rumah: Ancaman Serius bagi Kesehatan Anak
Ancaman Asap Rokok bagi Kesehatan Anak (Dok. Istimewa)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Anak-anak yang terpapar asap rokok lebih berisiko terkena asma. Asma adalah kondisi di mana saluran napas menyempit karena iritasi, yang menyebabkan sulit bernapas, batuk-batuk, dan dada terasa sesak. Asap rokok dapat memicu serangan asma atau memperburuk kondisi asma pada anak-anak.

2. Infeksi Paru-Paru (Pneumonia dan Bronkitis)

Paparan asap rokok secara berkelanjutan dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak, membuat mereka lebih rentan terhadap infeksi paru-paru seperti pneumonia dan bronkitis. Anak-anak yang sering terpapar asap rokok memiliki risiko lebih tinggi mengalami infeksi ini, yang dapat berakibat fatal jika tidak ditangani.

3. Gangguan Perkembangan Otak

Asap rokok juga mengandung zat neurotoksik yang bisa merusak perkembangan otak anak. Paparan asap rokok dalam jangka panjang dapat memengaruhi kemampuan belajar anak, seperti membaca, berpikir logis, dan memecahkan masalah.

Anak-anak yang sering terpapar asap rokok cenderung memiliki kemampuan kognitif yang lebih rendah dibandingkan dengan anak-anak yang hidup di lingkungan bebas asap.

4. Infeksi Telinga

Anak-anak yang terpapar asap rokok juga lebih sering mengalami infeksi telinga. Asap rokok dapat menyebabkan pembengkakan pada tuba eustachius, yaitu saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan bagian belakang hidung. Pembengkakan ini dapat memicu penumpukan cairan dan infeksi pada telinga.

5. Risiko Penyakit Jantung di Masa Depan

Baca Juga: Lindungi Kulit Anak dari Sinar Matahari, Ini 3 Sunscreen Phycisal Lokal

Paparan asap rokok sejak dini tidak hanya berdampak pada kesehatan pernapasan anak, tetapi juga meningkatkan risiko mereka terkena penyakit jantung di masa dewasa. Asap rokok dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi serta masalah kardiovaskular lainnya di kemudian hari.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI