Revolusi Perawatan Saraf: Teknologi Neurofisiologi Terbaru di Indonesia

Farah Nabilla, Dinda Rachmawati

Senin, 16 September 2024 | 10:40 WIB
Revolusi Perawatan Saraf: Teknologi Neurofisiologi Terbaru di Indonesia
Ilustrasi otak, organ dalam (Pixabay/VSRao)

Suara.com - Kesehatan otak dan sistem saraf terus menjadi perhatian global karena tingginya jumlah penderita kondisi neurologis. Pada tahun 2021, lebih dari sepertiga populasi dunia, sekitar 3,4 miliar orang, terdampak kondisi seperti stroke, migrain, Alzheimer, demensia, epilepsi, serta komplikasi neurologis lainnya. 

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), gangguan neurologis telah menjadi penyebab utama penyakit dan kecacatan secara global, dengan peningkatan sebesar 18% sejak tahun 1990. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk menangani gangguan neurologis adalah melalui pendekatan neurofisiologi.

Hal inilah yang membuat International Federation of Clinical Neurophysiology (IFCN) dan Indonesian Neurological Association (INA) atau Perhimpunan Dokter Spesialis Neurologi Indonesia (PERDOSNI) menghadirkan konferensi global di bidang neurologi, The International Congress of Clinical Neurophysiology (ICCN) 2024 untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia. 

The International Congress of Clinical Neurophysiology 2024 Pertama Kali Diadakan di Indonesia (Dok. Istimewa)
The International Congress of Clinical Neurophysiology 2024 Pertama Kali Diadakan di Indonesia (Dok. Istimewa)

Kongres ini berlangsung pada 10 hingga 14 September 2024 dan membahas inovasi dan penelitian terbaru dalam bidang neurologi dan neurofisiologi. Kongres ini diikuti oleh lebih dari 1.000 peserta, dari lebih 30 negara. 

Jonathan Cole, MA, MSc, DM, FRCP, FTPS – President of International Federation of Clinical Neurophysiology (IFCN) menjelaskan, pendekatan neurofisiologi melibatkan studi aktivitas listrik di otak dan sistem saraf, untuk mendiagnosis dan memahami gangguan seperti epilepsi, kelainan tidur, dan cedera saraf. 

Pendekatan ini melibatkan penggunaan EEG (elektroensefalogram), EMG (elektromiogram), EP (evoked potential) untuk menganalisis sinyal saraf dan memberikan intervensi yang tepat.

"Meskipun potensinya besar, kesadaran akan pentingnya pendekataan neurofisiologi dalam praktik medis sehari-hari masih terbatas. Banyak yang belum menyadari dampak signifikan yang dapat diberikan dari pendekatan ini dalam mengoptimalkan hasil pengobatan,” tambah Jonathan.

dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Convenor of the 33rd ICCN 2024 menyebutkan tema Clinical Neurophysiology of Diseases, kembali menekankan pentingnya pendekatan maupun teknologi neurofisiologi seperti EEG, EMG, dan evoked potentials dalam memahami dan menangani penyakit saraf. 

"Dengan pendekatan ini, kita dapat mengintervensi lebih dini, sehingga mengurangi dampak jangka panjang berbagai penyakit neurologis," jelasnya.

baca juga

ICCN 2024 diadakan secara penuh selama 5 hari, dengan program komprehensif yang mencakup dua hari workshop dan tiga hari simposium. Terdapat lebih dari 100 pembicara dari 30 negara yang akan membagikan pengetahuan, ilmu, dan penelitian terbaru dalam bidang neurologi, secara khusus pendekatan neurofisiologi.

Tahun ini, untuk pertama kalinya, Indonesia menjadi tuan rumah dari ICCN. dr. Manfaluthy Hakim, Sp.S(K), Convenor of the 33rd ICCN 2024 menyebutkan, Indonesia memiliki jumlah penduduk dan lokasi geografis yang besar namun akses ke pemeriksaan dengan pendekatan neurofisiologi masih terbatas.

"Kehadiran ICCN di Indonesia diharapkan menjadi titik balik penting, tidak hanya dalam hal peningkatan pengetahuan medis, tetapi juga dalam memperkuat kolaborasi di seluruh Asia Tenggara," kata dia.

Kongres ini, kata dia bertujuan untuk membangun momentum, meningkatkan kesadaran, dan aksesibilitas terhadap pendekatan neurofisiologi di Indonesia dan negara-negara tetangga.

Dr. dr. Dodik Tugasworo P, Sp.S(K)MH, President of Indonesian Neurological Association/ Ketua PP PERDOSNI mejelaskan forum ini menawarkan berbagai program komprehensif dengan pembahasan mendalam.

Salah satunya adalah pemaparan hasil riset terbaru mengenai dampak gangguan saraf terhadap kualitas hidup pasien, serta potensi pengembangan teknologi neurofisiologi yang lebih inovatif, termasuk penggunaan AI, untuk membantu pasien dengan kondisi kronis dan di daerah terpencil. 

Salah satu topik menarik yang dibahas adalah studi penggunaan stimulasi otak non-invasif untuk penanganan penyakit Demensia (Alzheimer), yang menunjukkan hasil menjanjikan dalam memperlambat progresi penyakit. 

Selain itu, forum ini juga menghadirkan Profesor David Burke dari University of Sydney, Australia, yang dikenal atas penelitiannya yang inovatif dalam neurofisiologi kontrol gerakan.

“Kami berharap forum ini akan berkontribusi pada perkembangan ilmu neurofisiologi dan juga menekankan pentingnya kerjasama lintas disiplin dan antarnegara dalam mengurangi beban penyakit neurologis. Dengan perkembangan ilmu neurofisiologi, kita memiliki kesempatan besar untuk mencegah, mendeteksi lebih awal, dan memberikan terapi yang lebih efektif bagi pasien,” tutup dr. Manfaluthy.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Romantisasi, Keterkaitan Hujan dan Kenangan itu Ada Ilmiahnya!

Tak Sekadar Romantisasi, Keterkaitan Hujan dan Kenangan itu Ada Ilmiahnya!

Your Say | Minggu, 17 Desember 2023 | 15:27 WIB

Mengenal Epilepsi, Penyakit yang Sering Dikaitkan dengan Kerasukan

Mengenal Epilepsi, Penyakit yang Sering Dikaitkan dengan Kerasukan

Your Say | Selasa, 29 Agustus 2023 | 19:15 WIB

Mengenal Operasi Deep Brain Stimulation, Prosedur Untuk Perbaiki Gejala Parkinson

Mengenal Operasi Deep Brain Stimulation, Prosedur Untuk Perbaiki Gejala Parkinson

Health | Kamis, 13 Juli 2023 | 06:15 WIB

Terkini

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Setelah Digembleng, Manajer Kopdes Baru Bisa Kerja Agustus

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:51 WIB

Nacific Berasal dari Mana? Brand yang Jadi Incaran Pecinta Skincare

Nacific Berasal dari Mana? Brand yang Jadi Incaran Pecinta Skincare

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 18:50 WIB

Tak Hanya Tunai, Banyak Orang Beli Emas Pakai Kredit Bank

Tak Hanya Tunai, Banyak Orang Beli Emas Pakai Kredit Bank

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 18:46 WIB

Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru

Ngemis Online di TikTok: Eksploitasi Kemiskinan Gaya Baru

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 18:45 WIB

Dugaan Menteri PU Ajak Keluarga ke New York, KPK Soroti Potensi Penyimpangan

Dugaan Menteri PU Ajak Keluarga ke New York, KPK Soroti Potensi Penyimpangan

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:44 WIB

Persija Cuma Turunkan Pemain Pelapis, Shin Tae-yong Tidak Bermaksud Remehkan Piala Presiden

Persija Cuma Turunkan Pemain Pelapis, Shin Tae-yong Tidak Bermaksud Remehkan Piala Presiden

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 18:36 WIB

Diteror Tetangga Bertahun-tahun, Ibu Suraji Trauma hingga Takut Keluar Rumah

Diteror Tetangga Bertahun-tahun, Ibu Suraji Trauma hingga Takut Keluar Rumah

News | Senin, 20 Juli 2026 | 18:34 WIB

Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?

Tak Lagi Jadi Sampah, Bagaimana Peneliti BRIN Sulap Ampas Kopi Gayo Jadi Kemasan Ramah Lingkungan?

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 18:32 WIB

5 Cara Cek Jam Tangan Casio Ori atau Tidak, Ini Bedanya yang Asli dan Palsu

5 Cara Cek Jam Tangan Casio Ori atau Tidak, Ini Bedanya yang Asli dan Palsu

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 18:28 WIB

Face Oil Sebaiknya Dipakai Kapan? Ini Urutan yang Benar Biar Glowing Maksimal

Face Oil Sebaiknya Dipakai Kapan? Ini Urutan yang Benar Biar Glowing Maksimal

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 18:28 WIB

×