Mengenal Monkeypox atau Mpox, Wabah Baru Ancaman Kesehatan Global

M Nurhadi | Suara.com

Selasa, 06 Agustus 2024 | 10:43 WIB
Mengenal Monkeypox atau Mpox, Wabah Baru Ancaman Kesehatan Global
Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox. (Pixabay)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sedang mempertimbangkan pembentukan komite ahli untuk memberikan saran apakah wabah mpox (sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet) perlu dinyatakan sebagai keadaan darurat internasional.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyatakan bahwa WHO bersama Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) akan memperkuat respons terhadap wabah ini.

"Dengan jenis mpox yang lebih mematikan menyebar di banyak negara Afrika, WHO, CDC Afrika, pemerintah setempat, dan mitra terus meningkatkan upaya untuk menghentikan penularan penyakit ini," kata Tedros, dikutip dari The Straits Times, Senin (5/8/2024).

Namun, Tedros menekankan bahwa lebih banyak pendanaan dan dukungan diperlukan untuk memastikan respons yang komprehensif.

"Saya sedang mempertimbangkan untuk membentuk komite darurat Peraturan Kesehatan Internasional guna memberikan saran apakah wabah mpox harus dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia," ujarnya.

Mengenal Monkeypox atau Cacar Monyet

Cacar monyet adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus Monkeypox (MPXV) dari genus Orthopoxvirus, bagian dari keluarga Poxviridae, yang mirip dengan virus penyebab smallpox. Penyakit ini menular dari hewan (zoonosis) dan gejalanya biasanya lebih ringan.

Monkeypox pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di Denmark ketika dua wabah penyakit seperti cacar terjadi pada koloni kera yang dipelihara untuk penelitian, sehingga diberi nama monkeypox atau cacar monyet. Kasus pertama pada manusia terjadi pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo selama upaya penghapusan cacar.

Sejak itu, cacar monyet telah dilaporkan di beberapa negara Afrika tengah dan di luar Afrika, seperti Amerika Serikat, Israel, Singapura, dan Inggris, terkait perjalanan internasional atau impor hewan.

Penularan cacar monyet terjadi melalui hewan yang terinfeksi, terutama monyet dan hewan pengerat. Penularan juga dapat terjadi melalui kontak kulit-ke-kulit dengan orang yang memiliki lesi akibat virus. Masa inkubasi virus monkeypox berkisar antara 6-16 hari, atau bisa lebih lama.

Metode penularan meliputi:

  • Kontak langsung melalui cakaran atau gigitan hewan yang terinfeksi.
  • Konsumsi daging hewan liar yang terinfeksi.
  • Kontak dengan benda yang terkontaminasi.
  • Virus masuk melalui luka terbuka, saluran pernapasan, atau selaput lendir mata, hidung, atau mulut.
  • Penularan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau lesi, serta kontak tidak langsung dengan bahan lesi.

Gejala cacar monyet pada manusia mirip dengan gejala cacar, tetapi cenderung lebih ringan. Gejala awal termasuk demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, panas dingin, dan kelelahan. Fase erupsi muncul 1-3 hari setelah fase awal, ditandai dengan ruam atau lesi pada kulit yang dimulai dari wajah dan menyebar ke tubuh.

Cacar monyet dapat sembuh sendiri dan pengobatan spesifik belum ada. Diagnosis pasti dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium dan pengobatan bersifat meredakan gejala (simptomatis) dan suportif.

Pencegahan cacar monyet meliputi menghindari kontak dengan hewan yang dapat membawa virus, menghindari kontak fisik dengan orang yang terinfeksi atau material terkontaminasi, membatasi konsumsi daging hewan liar, dan menjaga kebersihan tangan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) juga dianjurkan saat merawat pasien.

Meskipun belum terdeteksi di Indonesia, tetap waspada dan melakukan langkah pencegahan adalah penting, terutama karena anak-anak lebih rentan terhadap penyakit ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Cacar Monyet di Indonesia Tembus 57, Sebagian Besar Terkonfirmasi Positif HIV

Kasus Cacar Monyet di Indonesia Tembus 57, Sebagian Besar Terkonfirmasi Positif HIV

Health | Kamis, 23 November 2023 | 20:51 WIB

Fakta-fakta Cacar Monyet di Jakarta, Jumlah Terus Melonjak Karena Penularan Kontak Seksual

Fakta-fakta Cacar Monyet di Jakarta, Jumlah Terus Melonjak Karena Penularan Kontak Seksual

Health | Selasa, 14 November 2023 | 13:03 WIB

29 Warga Jakarta Terpapar Cacar Monyet, Dinkes DKI: Penyebabnya Diduga Homoseksual

29 Warga Jakarta Terpapar Cacar Monyet, Dinkes DKI: Penyebabnya Diduga Homoseksual

News | Senin, 13 November 2023 | 16:08 WIB

Terkini

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Pentingnya Dukungan Asupan Nutrisi untuk Mendukung Perkembangan Anak Usia Sekolah

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:05 WIB