Di menit-menit awal, kekhawatiran terbesar yaitu darah yang mengalir ke otak akan berkurang drastis, sehingga hilang kesadaran alias pingsan. Pada tahap ini bisa menyebabkan kematian, jika tidak segera dilakukan perawatan darurat alias pertolongan pertama.
Melansir Helsana, saat jantung seseorang tiba berhenti berdetak maka setiap detiknya akan sangat berarti, ia perlu segera kompresi dada sesegera mungkin dan defibrilator akan sangat membantu. Berikut ini pertolongan pertama henti jantung mendadak:
1. Hubungi tim medis darurat
Saat korban tidak sadarkan diri atau tidak merespon, tidak bernapas dengan normal, bisa jadi jantung atau pernapasannya terganggu, maka segeralah hubungi petugas medis dengan menghubungi ambulan atau Kemenkes melalui 119. Beritahu lokasi kejadian, apa yang terjadi, berapa orang yang terluka, dan mereka mengalami cedera apa saja, dan siapa nama penelpon.
2. Minta bawa defibrilator
Defibrilator adalah stimulator detak jantung yang menggunakan listrik dengan tegangan tinggi untuk memulihkan korban serangan jantung. Jika sendirian, meminta seseorang membawakan defibrilator akan sangat membantu, hidupkan, lalu ikuti instruksi secara cermat.
3. Ambil posisi CPR
Langkahnya yaitu berlutut samping pasien, lalu letakkan tumit tangan Anda di tengah dadanya (tulang dada), sementara tangan lainnya berada di atasnya. Lakukan CPR dalam posisi lengan lurus, bahu diposisikan tepat di atas tangan. Posisi ini adalah cara terbaik untuk mentransfer kekuatan saat melakukan kompresi.
3. Kompresi dada
Baca Juga: Dokter Tirta Duga Penyebab Meninggalnya Pebulu Tangkis Zhang Zhi Jie: Bisa Terjadi ke Orang Biasa
Lengan lurus, gunakan berat badan atas untuk menekan dada korban ke bawah sedalam 5 hingga 6 centimeter. Lakukan kompresi dengan kecepatan 100 hingga 120 kali per menit.