Pasien Kanker Sering Merasakan Nyeri, Bagaimana Cara Mengendalikannya?

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Selasa, 30 April 2024 | 10:15 WIB
Pasien Kanker Sering Merasakan Nyeri, Bagaimana Cara Mengendalikannya?
Ilustrasi pasien kanker. (Shutterstock)

Suara.com - Salah satu keluhan utama yang dirasakan pasien kanker adalah rasa nyeri yang muncul. Agar kualitas hidup meningkat, bagaimana ya cara mengendalikan rasa nyeri yang muncul?

Melansir ANTARA, dokter Iswandi Erwin dari Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono menjelaskan pentingnya mengendalikan nyeri pada pengidap kanker dengan langkah pertama berupa asesmen komprehensif. Ia menjelaskan bahwa nyeri pada pengidap kanker dapat disebabkan oleh kanker itu sendiri, atau pengobatan seperti kemoterapi atau radioterapi.

Ilustrasi pengobatan kanker. (Shutterstock)
Ilustrasi pengobatan kanker. (Shutterstock)

Metastasis kanker juga dapat menyebabkan rasa nyeri, dan dalam beberapa kasus, nyeri mungkin tidak terletak di lokasi tumor atau kanker primernya. Misalnya, pasien kanker paru-paru bisa mengalami nyeri di tulang belakang.

Pada kanker stadium tiga atau empat, nyeri biasanya sedang hingga berat dan perawatan paliatif diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Asesmen komprehensif juga membantu menentukan penyebab dan jenis nyeri, baik itu neuropatik atau nosiseptif, serta faktor yang dapat memberatkan rasa nyeri, seperti kondisi psikis pasien.

Iswandi menekankan bahwa pasien dengan tekanan psikis berat cenderung mengalami nyeri lebih intens. Dalam kasus tersebut, obat antidepresan dapat membantu. Selain itu, pasien kanker dengan nyeri dapat diberikan dosis opioid seperti morfin, kodein, oxycodone, atau fentanyl, biasanya per delapan jam.

Penggunaan opioid umumnya efektif dalam mengatasi nyeri, tetapi dalam beberapa kasus, tindakan intervensi seperti blok pada daerah torakal lumbalis mungkin diperlukan untuk meringankan nyeri akibat kanker.

Iswandi menekankan bahwa rasa nyeri tidak boleh diabaikan. Meski dianggap sebagai penanda harapan hidup yang sebentar bagi sebagian orang, bagi pasien, waktu yang singkat tersebut dapat dinikmati dengan kualitas hidup yang lebih baik bersama keluarga jika nyeri dikelola dengan baik.

Ilustrasi Kanker (Pexels.com/Anna Tarazevich)
Ilustrasi Kanker (Pexels.com/Anna Tarazevich)

Cara Meredakan Nyeri Kanker Selain Obat

Bagi pasien kanker, penggunaan obat untuk menurunkan rasa nyeri bisa dibarengi dengan beberapa metode lain. Melansir laman CDC, sejumlah teknik ini dipercaya bisa membantu menurunkan rasa nyeri pada pasien kanker, di antaranya:

  1. Teknik relaksasi: Teknik seperti meditasi, yoga, dan pernapasan dalam dapat membantu meredakan stres dan kecemasan yang dapat memperburuk rasa nyeri.
  2. Terapi fisik: Fisioterapis dapat membantu pasien dengan latihan untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitas, serta mengurangi rasa nyeri dan kekakuan.
  3. Akupunktur: Teknik tradisional ini dapat membantu meredakan nyeri kronis, termasuk nyeri kanker.
  4. Terapi komplementer lainnya: Aromaterapi, massage, dan hipnosis dapat menjadi pilihan tambahan untuk membantu meredakan nyeri.

Bagi beberapa pasien kanker, intervensi psikologis juga mungkin diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup dan menurunkan rasa nyeri. Konseling dan dukungan psikologis dapat membantu pasien untuk mengatasi stres, kecemasan, dan depresi yang dapat memperburuk rasa nyeri. Sementara itu terapi perilaku kognitif dapat membantu pasien untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir yang dapat memperparah rasa nyeri.

Penting untuk diingat bahwa setiap pasien kanker memiliki kebutuhan dan kondisi yang berbeda. Oleh karena itu, dokter akan menentukan kombinasi terapi yang paling tepat untuk mengendalikan rasa nyeri pada setiap pasien.

Pasien dan keluarga juga perlu aktif dalam proses pengelolaan nyeri. Dokter dan tim medis akan memberikan edukasi tentang cara penggunaan obat-obatan, teknik relaksasi, dan terapi non-obat lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fokus ke Pengobatan Kanker, Nasib Raja Charles III Pernah Diramal Nostradamus

Fokus ke Pengobatan Kanker, Nasib Raja Charles III Pernah Diramal Nostradamus

Entertainment | Senin, 29 April 2024 | 10:22 WIB

Bantu Deteksi Kanker di Payudara Padat, Kenali Cara Kerja USG Payudara: Beda dengan Mammografi?

Bantu Deteksi Kanker di Payudara Padat, Kenali Cara Kerja USG Payudara: Beda dengan Mammografi?

Health | Sabtu, 27 April 2024 | 15:42 WIB

4 Rekomendasi Film Romantis tentang Perjuangan Lawan Penyakit Kanker

4 Rekomendasi Film Romantis tentang Perjuangan Lawan Penyakit Kanker

Your Say | Rabu, 24 April 2024 | 13:34 WIB

Terkini

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Rahasia Produk Kesehatan Laris di Marketplace: Review Positif Jadi Penentu Utama

Health | Sabtu, 18 April 2026 | 12:00 WIB

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Ini Bahaya Tersembunyi Ikan Sapu-Sapu yang Mengancam Ekosistem Jakarta

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 21:10 WIB

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Apakah Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan? Ini Bahaya untuk Manusia dan Ekosistem

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 18:54 WIB

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Varises Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Sinyal Bahaya Sebelum Jadi Komplikasi Serius

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 14:42 WIB

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Tren Lari Meningkat, Waspadai Risiko Cedera Otot dan Memar Ikut Mengintai

Health | Jum'at, 17 April 2026 | 12:31 WIB

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Perempuan Berlari 2026: Integrasi Olahraga, Kesehatan Mental, dan Literasi Keuangan

Health | Kamis, 16 April 2026 | 16:45 WIB

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Bukan Sekadar Sekolah, Anak Neurodivergent Butuh Dukungan Menyeluruh untuk Tumbuh

Health | Rabu, 15 April 2026 | 19:14 WIB

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Awas Logam Berat! Ini 7 Deretan Risiko Kesehatan Jika Mengonsumsi Ikan Sapu-Sapu

Health | Rabu, 15 April 2026 | 15:33 WIB

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Waspada Gejala Awal Serangan Jantung Sering Dikira Diare Biasa

Health | Selasa, 14 April 2026 | 09:26 WIB

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB