Turun Berok Tidak Ada Obatnya, Operasi Terbuka vs Laparoskopi untuk Hernia Lebih Baik Mana?

Jum'at, 29 Desember 2023 | 19:54 WIB
Turun Berok Tidak Ada Obatnya, Operasi Terbuka vs Laparoskopi untuk Hernia Lebih Baik Mana?
Ilustrasi operasi. (Unsplash.com/Amit Gaur)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Tidak banyak yang tahu hernia atau turun berok tidak bisa sembuhkan selain tindakan operasi, yang terdiri dari dua metode yaitu operasi terbuka dan laparoskopi. Kira-kira lebih baik mana ya?

Dokter Spesialis Bedah RS Royal Progress, dr. Ika Megatia, B.MedSc, SpB, FINACS, FICS mengatakan kedua metode ini memiliki keunggulan tersendiri dan dapat digunakan sesuai dengan gejala dan kebutuhan pasien.

"Hernia yang menetap dapat menyebabkan jepitan pada isi kantung Hernia seperti usus atau lemak usus dan dapat memicu nyeri hebat, kematian jaringan usus sampai kebocoran usus atau sampai dengan kematian," ujar dr. Ika melalui keterangan yang diterima suara.com, Jumat (29/12/2023).

Ilustrasi hernia. (Shutterstock)
Ilustrasi hernia. (Shutterstock)

Menurut data World Health Organization (WHO) pada 2017 terdapat sekitar 350 per 1000 populasi penderita Hernia dengan gejala yang berbeda-beda. Hernia disebabkan karena adanya kelemahan otot sehingga menimbulkan tonjolan yang umumnya berada di sekitar perut ataupun selangkangan.

Adapun tindakan operasi turun berok atau hernia ditujukan untuk memperkuat dinding abdomen agar dapat mencegah benjolan hernia tidak kembali menonjol.

Operasi Hernia Terbuka

Melansir Hello Sehat, operasi hernia terbuka merupakan jenis operasi umum di Indonesia, dilakukan dengan cara menyayat bagian perut tempat terjadinya turun berok. Operasi ini juga terbagi ke dalam dua tahap yaitu pertama herniorafi, mendorong jaringan atau organ yang mencuat ke posisi semula.

Tahap kedua yaitu hernioplasti, tindakan menutup organ yang mencuat dengan bahan sintetis yang dapat menyatu dengan jaringan tubuh. Menurut dr. Ika proses mendorong hernia, menutup dan memperkuat dinding abdomen seperti yang ada di RS Royal Progress, Sunter, Jakarta Utara bisa menggunakan MESH.

MESH adalah alat yang terbuat dari bahan polimer sintetis yang tidak berbahaya dan dalam pembuatannya telah melewati berbagai tahap uji klinis, sehingga tidak akan menyebabkan reaksi penolakan oleh tubuh.

Baca Juga: Kondisi Terkini Heo Young Saeng SS501 Usai Jalani Operasi Hernia Diskus

Operasi Hernia Laparoskopi

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI