Alert! Indonesia Terancam KLB Akibat Imunisasi anak Rendah

Kamis, 25 Mei 2023 | 08:21 WIB
Alert! Indonesia Terancam KLB Akibat Imunisasi anak Rendah
Imunisasi Wajib untuk Anak (Unsplash)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Kementerian Kesehataan (Kemenkes) mengatakan Indonesia terancam mengalami kejadian luar biasa atau KLB. Hal itu bisa terjadi karena cakupan imunisasi anak yang rendah, yakni di bawah 90 persen di 2022.

Situasi di tahun 2023 justru makin memburuk. Pemerintah menargetkan 100 persen bayi usia 0 hingga 11 bulan harus sudah mendapatkan imunisasi lengkap di tahun 2023. Tapi target trimester pertama atau 3 bulan pertama di 2023 harus sudah mencapai 33 persen.  Singkatnya capaian masih jauh dari angan.

“Namun nyatanya capaian hingga April menunjukkan secara nasional di Indonesia baru sebanyak 175 ribu atau 4,02% bayi yang mendapatkan imunisasi lengkap di Indonesia,” ujar Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril melalui keterangan yang diterima suara.com, Rabu (24/5/2023).

Petugas kesehatan memberikan imunisasi polio kepada murid sekolah saat berlangsung vaksinasi massal di Kota Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (28/11/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp]
Petugas kesehatan memberikan imunisasi polio kepada murid sekolah saat berlangsung vaksinasi massal di Kota Pidie, Kabupaten Pidie, Aceh, Senin (28/11/2022). [ANTARA FOTO/Ampelsa/hp]

Kondisi ini kata dr. Syahril nampaknya harus membuat Indonesia siap, jika dihadapkan berbagai KLB PD3I atau penyakit yang dapat dicegah dengann imunisasi kembali bermunculan di berbagai daerah

Beberapa PD3I di antaranya polio, hepatitis B, pertusis, difteri, haemophilus influenzae tipe B, campak dan tetanus.

“Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan dan rentan terjadinya kejadian luar biasa (KLB). Karena rendahnya cakupan imunisasi pada anak dan bayi mengakibatkan tidak terbentuknya Herd Immunity, tentunya nanti akan berpotensi terjadinya Outbreak atau KLB,” jelas dr. Syahril.

Adapun Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Riau, Kalimantan Barat, Papua Barat, Sumatera Barat, Papua, dan Aceh merupakan 11 provinsi dengan capaian imunisasi paling rendah.

Bahkan Imunisasi Baduta Lengkap (IBL) lebih parah, karena 17 provinsi yang capaiannya masih di bawah target imunisasi nasional, di mana Sumatera Barat, Papua dan Aceh jadi daerah paling bontot capaian IBL-nya.

Selain itu, cakupan imunisasi lanjutan lengkap usia sekolah dasar di tahun 2022 menunjukkan sebanyak 8 Provinsi belum mencapai target capaian 70%. Bahkan provinsi Aceh masih di bawah 30%. 

Baca Juga: Satu Anak di Purwakarta Positif Polio, Ini Langkah Dinkes Tekan Penyebarannya

Imunisasi lanjutan lengkap di usia sekolah dasar ini dilihat dari persentase anak usia kelas 6 S, yang sudah mendapatkan imunisasi lanjutan lengkap meliputi satu dosis DT, satu dosis campak rubella dan 2 dosis Td di satu wilayah dalam kurun waktu satu tahun.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI