Duh, Menkes Budi Gunadi Sebut Peluang Kesembuhan Anak Sunting Hanya 20 Persen

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 19 April 2023 | 08:25 WIB
Duh, Menkes Budi Gunadi Sebut Peluang Kesembuhan Anak Sunting Hanya 20 Persen
ilustrasi stunting (freepik.com)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan serius di Indonesia. Bahkan untuk peluang kesembuhannya pun terbilang kecil yakni hanya 20 persen. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, melalui unggahan akun TikTok BKKBN Jawa Tengah menuturkan bahwa stunting bisa disembuhkan atau dipulihkan menjadi normal tetapi peluangnya kecil sekitar 20 persen saja. 

“Kalau udah stunting mesti ke rumah sakit. Ternyata kalau dirawat yang sembuh cuma dua puluh persen. Jadi udah telat, ini seperti kanker sudah stadium empat,” ujarnya, seperti dikutip pada Selasa (18/4/2023). 

Menkes Budi Gunadi meminta kalau sebaiknya proses penyembuhan sebelum terjadinya stunting. Lantaran ada beberapa tahapan menuju stunting karena masing-masing ada intervensinya.

Pencegahan sebelum anak didiagnosis stunting sebenarnya tidak sulit. Cara mudahnya saat anak ditimbang bulanan dan tidak mengalami kenaikan berat badan sebagaimana mestinya (tumbuh kembang), segera dibawa ke puskesmas. 

Berat badan yang tidak naik pada anak disebut sebagai weight faltering. Artinya berat badan stagnan atau naik tapi di bawah rata-rata. Kondisi ini merupakan sebagian kecil dari stunting. Sehingga jika langsung mendapatkan penanganan, disampaikan Menkes Budi, sekitar 90 persen gejala stunting bisa sembuh. 

“Dia (anak) ternyata berat badan dan tinggi badannya kurang itu perlu dikasih makanan tambahan,” tambahnya. 

Pemberian makanan pada anak yang mengalami weight faltering juga tidak sembarang, tapi masih mudah untuk dilakukan para orangtua di rumah. Yakni dengan tidak menambahkan porsi karbohidrat melainkan protein hewani, misalnya telur, ikan atau daging ayam. 

“Bukan karbohidrat, bukan sayur, bukan protein nabati, harus dikasih protein hewani. Kalau ditunggu sampai stunting, hanya 20 persen yang bisa sembuh anak kita bodoh.”

Baca Juga: Sri Mulyani Heran Anggaran Pagar Puskesmas Masuk Budget Stunting: Kita Mungkin Ketawa

Budi Gunadi pun menegaskan agar para orangtua jangan sampai harus menunggu anak mendapat diagnosis stunting, baru dilakukan proses pengobatan. Sebab peluang kesembuhannya yang rendah. 

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI