Alhasil, dinding kandung kemih bisa mengalami penebalan yang memicu urine menjadi terperangkap. Jika sudah infeksi tak menutup kemungkinan akan membuat frekuensi buang air kecil meningkat setelah sahur atau pun sebaliknya.
3. Sistitis
Sistitis merupakan kondisi kronis pada kandung kemih yang menyebabkan terjadinya peradangan dan nyeri. Kondisi ini akan ditandai dengan sering buang air kecil tetapi tidak tuntas, termasuk setelah sahur yang disertai rasa nyeri.
4. Batu Ginjal
Sering buang air kecil tetapi tidak tuntas termasuk setelah sahur bisa menjadi pertanda akan kondisi medis berbahaya lainnya seperti batu ginjal. Hal ini disebabkan karena adanya penumpukkan kristal dan garam di dalam ginjal.
Apabila Anda merasa sering buang air kecil disertai gejala lain seperti terasa nyeri saat pipis, muntah, menggigil, dan demam segera konsultasikan dengan dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat. (Shilvia Restu Dwicahyani)