Tinggi erupsi abu vulkanik bisa mencapai beberapa kilo dari puncak gunung. Ini berarti bahwa dampak abu vulkanik tidak hanya mengotori jalanan tetapi juga udara dan langit di sekitarnya
Melansir dari laman Education National Geographic, kondisi tersebut dapat membuat jadwal penerbangan tertunda. Sebab, pandangan mata pilot akan sangat terganggu dengan abu yang ada.
3. Iritasi dan alergi
Tidak hanya pada saluran pernapasan, abu vulkanik juga bisa memberi dampak buruk pada kesehatan mata dan kulit. Pasalnya, abu vulkanik mengandung berbagai unsur silika, mineral, dan bebatuan di mana kandungan tersebut bisa menimbulkan iritasi.
Inilah mengapa Anda sebaiknya tidak hanya menggunakan masker saat terpaksa bepergian saat hujan abu vulkanik, tetapi juga memakai pakaian tertutup.
4. Ketersediaan air bersih terbatas
Hujan abu dapat mengkontaminasi air bersih sehingga tidak layak pakai atau konsumsi. Bukan hanya itu saja, jika hujan yang terjadi cukup tebal, maka saluran air Anda bisa tersumbat.
Paparan sedikit abu vulkanik saja bisa mengakibatkan permasalahan kelayakan air minum.
5. Silikosis
Baca Juga: Mitigasi Bencana jadi Perhatian untuk Korban Bencana Erupsi Merapi
Adanya kristal silika bebas atau silikon dioksida (SiO2) akan meningkatkan risiko penyakit paru-paru fatal atau silikosis. Sebab, partikel ini sangatlah halus dan menyerupai pecahan kaca.