“Sebenernya kasusnya enggak banyak, kurang dari satu persen, tapi untuk yang satu persen itu cukup fatal. Makannya perlu diobati dengan melakukan kateter ablasi, pemasangan micra, atau pacemaker. Itu bisa sembuh total dan permanen,” jelas dr.Yansen.
Di sisi lain, sebab aritmia bisa muncul dan kambuh di mana saja, ini cukup berbahaya. Pasalnya, jika pasien alami henti jantung, ia harus mendapatkan bantuan secara cepat. Jika telah dari 6 menit, itu bisa menyebabkannya meninggal.
Oleh sebab itu, dr Yansen berharap, masyarakat setidaknya bisa melakukan latihan dasar untuk CPR. Latihan itu akan sangat membantu menolong nyawa orang-orang yang alami henti jantung mendadak.
“Seseorang bisa kambuh dan tidak sadarkan diri karena henti jantung. Untuk itu, orang awam harus bisa CPR, karena kita enggak bisa nunggu medis. Otak kita hanya punya waktu 6 menit untuk bertahan. Oleh karena itu, penting untuk bisa CPR jika suatu saat terjadi masalah,” jelas dr. Yansen.