Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dr Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya menjelaskan, terdapat beberapa langkah yang dilakukan agar KLB difteri tidak meluas. Beberapa langkah yang diterapkan di antaranya:
- menetapkan status KLB difteri sebagai pemberitahuan bahwa situasi sudah darurat .
- Puskesmas membuat posko KLB difteri di lokasi .
- Melakukan tata laksana kasus sesuai dengan pedoman (pengambilan swab, pemberian ADS sesuai rekomendasi ahli, isolasi kasus).
- Memberikan profilaksis kepada semua kontak erat.
- Menunjuk Pemantau minum Obat (PMO) profilaksis (kader, toma atau petugas kes setempat).
- Pembatasan aktivitas di luar rumah bagi yang sakit.
- Tetap melakukan protokol kesehatan terutama di daerah /lokasi KLB dengan menjaga jarak dan penggunaan masker.
- Melakukan Outbreak Respond Immunization (ORI) sesuai arahan komite ahli.
- Melakukan koordinasi dengan lintas sektor dalam penanganan kasus difteri.
- Sosialisasi tentang penyakit difteri dan pentingnya imunisasi kepada masyarakat.
- Meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.
- Melakukan ORI (outbreak respon immunization) di wilayah garut.