Namun, seseorang lebih berisiko tertular penyakit flu unta apabila memiliki anggota keluarga (satu rumah) yang terinfeksi, menjadi petugas kesehatan di rumah sakit yang tengah menangani kasus flu ini, atau tengah bepergian ke daerah dengan angka penderita yang tinggi.
Flu unta pun dapat menular dari unta yang sudah terinfeksi. Misalnya, dengan berdekatan dengan unta tersebut, meminum air seni dan susu, atau mengonsumsi dagingnya. Penyakit ini juga memiliki gejala.
Pada tahap awal, gejala yang muncul mirip dengan penyakit flu secara umum. Mulai dari demam, batuk, sakit kepala, sakit tenggorokan, hingga nyeri sendi. Namun setelahnya akan ada gejala lain yang dirasakan.
Misalnya saja mual, muntah, sesak napas, bahkan diare. Gejala ini biasanya akan muncul 2-14 hari setelah seseorang melakukan kontak dengan unta atau orang yang terinfeksi flu unta.
Pengobatan
Tidak ada pengobatan khusus untuk flu unta dan hanya tersedia untuk meringankan gejalanya saja. Misal, keluhan sesak napas, penderita akan diberi oksigen. Jika kondisinya sudah sangat parah, maka perlu dilakukan pemasangan ventilator.
Tak sekadar itu, penderita flu unta juga akan diberi infus untuk menjamin kecukupan cairan dan nutrisi. Secara umum, antibiotik tidak akan diberikan, kecuali ada tanda infeksi bakteri. Sementara untuk pencegahan, sama seperti menjalankan protokol kesehatan saat melawan Covid-19.
Pemain Timnas Prancis Diduga Mengalami Flu Unta
Deschamp mengatakan jika Coman mengalami demam dan beberapa gejala mirip flu. Manajemen Timnas Perancis kemudian akan berhati-hati agar penularannya tidak semakin luas.
Baca Juga: Prediksi Line Up Kroasia vs. Maroko, Laga Perebutan Posisi Ketiga
"Coman demam pagi ini. Kami memiliki beberapa kasus gejala mirip flu. Kami berusaha untuk berhati-hati agar tidak menyebar. Para pemain telah berusaha keras di lapangan dan jelas sistem kekebalan tubuh mereka telah menurun," kata Deschamps.