5. Temui Terapis yang Berspesialisasi dalam Co-parenting
Jika mantan pasangan Anda sulit untuk diajak kerjasama, Anda hanya perlu memanggil seorang profesional, saran Manly.
"Ketika berada di tangan terapis terampil yang berspesialisasi dalam masalah co-parenting dan dapat bertindak sebagai mediator dan panduan objektif, orang tua yang sulit sering kali merasa didengarkan dan ditenangkan," katanya.
6. Buat Kalender Keluarga Bersama Agar Jadwal Tetap Teratur
Ini umtuk memastikan hasil yang positif dari co-parenting yang Anda dan mantan pasangan jalani. Menyimpan kalender keluarga bersama dapat menjadi keuntungan.
"Jenis kalender ini memungkinkan semua orang yang terlibat mengikuti acara sekolah dan sosial, janji temu medis, dan jadwal olahraga," kata Manly.
7. Jangan Jadikan Anak Sebagai Perantara.
"Jangan berharap anak-anak menjadi pembawa pesan atau perantara. Ini berlaku untuk logistik dan juga untuk berkomentar tentang orang tua lainnya," nasihat LeClair.
LeClair merekomendasikan untuk membangun cara berkomumikasi yang paling tepat dan nyaman yang sudah Anda dan mantan pasangan sepakati.
"Jika percakapan telepon menyebabkan miskomunikasi, teks atau email untuk memiliki catatan mungkin lebih bermanfaat," katanya.