Pilunya Hati Lihat Xabiru Menangis Ingin Ortunya Kembali Tinggal Bersama, Bagaimana Tips Sukses Jalani Co-Parenting?

Dinda Rachmawati Suara.Com
Rabu, 14 Desember 2022 | 19:10 WIB
Pilunya Hati Lihat Xabiru Menangis Ingin Ortunya Kembali Tinggal Bersama, Bagaimana Tips Sukses Jalani Co-Parenting?
Potret Rachel Vennya Jadi Bridesmaid Bestie (Instagram/@rachelvennya)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

"Nggak, abang sedih karena bolak-balik," kata Xabiru yang merasa lelah harus bolak-balik ke rumah ibu dan ayahnya secara bergantian.

Di akhir video, ia pun terlihat menangis hingga terisak, merasa sedih sekaligus mencoba memahami kondisi yang terjadi pada keluarganya. Hal ini oun langsung membuat banyak orang ikut merasa iba dan pilu melihatnya. 

Rachel Vennya dan Niko Al Hakim alias Okin saat merayakan ulang tahun anak mereka. [Instagram]
Rachel Vennya dan Niko Al Hakim alias Okin saat merayakan ulang tahun anak mereka. [Instagram]

Sebelumnya, Rachel Vennya memang pernah sempat mengungkap jika menjalani co-perenting setelah bercerai dengan mantan suaminya bukanlah hal yang mudah. 

"Co-parenting itu sulit, aku mencoba bijak, cuma mungkin kali ini aku sedih banget, banget, banget aja, birthdays always important to me, jadi ga mungkin aku lewatin birthday abang karena hal yang cuma cuma," ujarnya saat dikritik tak bisa merayakan ulang tahun Xabiru bersama Niko Al Hakim bersama, demi menghadiri pernikahan temannya.

Co-parenting atau pengasuhan bersama, menurut terapis keluarga Chautè Thompson, LMHC, adalah bentuk kolaborasi dalam membesarkan anak dengan orangtuanya yang lain dengan berfokus pada apa yang terbaik bagi anak. 

Orangtua yang menjalani co-parenting harus memastikan anak mendapatkan kasih sayang kedua orangtuanya layaknya keluarga yang utuh. Untuk memastikan hal tersebut berjalan sukses, ini tips co-parenting yang bisa diikuti dilansir Womens Health Magazine.

1. Bersikaplah Konsisten, Hormat, dan Baik hati

Saat Anda menetapkan aturan dasar untuk co-parenting, Carla Marie Manly, PhD, psikolog klinis, ingatlah untuk mengesampingkan perbedaan Anda dan mantan pasangan demi kepentingan apa yang paling menguntungkan untuk anak. 

"Ketika orangtua membuat kesepakatan bersama tentang aturan waktu tidur, aturan sosial, perjanjian penggunaan telepon dan komputer, dll., anak-anak tahu orangtua mereka memiliki kekompakan," kata Manly. 

Baca Juga: Rachel Vennya Banjir Hujatan Hingga Disebut Playing Victim, Emang Curhat Di Medsos Sebegitu Buruknya Ya?

"Ini memberi anak-anak keamanan dan stabilitas yang besar karena mereka tahu bahwa, tidak peduli dengan orangtua mana mereka, aturannya akan tetap sama. Dan, ketika kesepakatan itu aman, stabil, dan masuk akal, setiap anak akan merasa jauh lebih positif dan stabil dalam jangka panjang," ujar dia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI