Cegah Karyawan Burnout dan Kurang Motivasi, 4 Strategi Ini Wajib Diterapkan oleh Perusahaan

Minggu, 09 Oktober 2022 | 03:05 WIB
Cegah Karyawan Burnout dan Kurang Motivasi, 4 Strategi Ini Wajib Diterapkan oleh Perusahaan
ilustrasi burnout (pexels.com/Nataliya Vaitkevich)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Perusahaan atau pemberi kerja harus proaktif memberikan ruang aman, dan memastikan kesehatan mental karyawan tetap baik.

Apalagi data APAC menunjukan Jakarta jadi kota ke-6 dunia sebagai kota teratas dengan tingkat kelelahan tertinggi. Hasilnya menyebabkan sebagian besar karyawan burnout dan kurang termotivasi di tempat kerja.

Berikut ini 4 langkah yang harus dilakukan perusahaan mencegah burnout dan demotivasi karyawan mengutip siaran pers 3M Indonesia, Sabtu (8/10/2022).

1. Ubah Cara Pandang Tentang Kesehatan

Jangan mengabaikan atau menyepelekan hal tersebut, atau mengaggap bahwa kesehatan mental bisa kita pikirkan hanya setelah kita sudah mencapai titik puncaknya.

Ilustrasi burnout. (freepik)
Ilustrasi burnout. (freepik)

Kemudian, jangan takut untuk berinvestasi dalam program yang lebih lama dan lebih intensif untuk menciptakan tempat kerja yang sehat secara mental.

Keseimbangan adalah kuncinya. Memiliki waktu istirahat yang cukup sangat penting bagi karyawan untuk tetap produktif dan bahagia. Dengan memiliki rasa belas kasih dan memahami diri sendiri dan orang lain akn mendorong karyawan untuk mengutamakan kebiasaan dan hobi yang sehat.

Beri mereka fleksibilitas dan otonomi untuk mengambil istirahat singkat dari pekerjaan atau mengatur jadwal kerja yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka, dan dorong mereka untuk mencari bantuan profesional, jika diperlukan.

2. Ciptakan Lingkungan untuk Bahas Kesehatan Mental

Untuk menciptakan lingkungan yang aman dan efektif untuk membicarakan dan mencari bantuan tentang kesehatan mental, penting untuk berinvestasi dalam program yang lebih dari pendidikan.

Baca Juga: Lita Gading Serang Denise Chariesta, Pengakuan Selingkuh-Seks Pranikah Rusak Mental Anak: Take Down!

Perusahaan dapat melakukan ini dengan memanfaatkan penyedia layanan berkualitas untuk menerapkan Program Bantuan Karyawan atau Employee Assistance Program (EAP) yang berfokus pada kesehatan mental.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI