Kata Peneliti Tanaman Palma Soal Pesan Berantai Minyak Goreng Limbah Bikin Kanker, Mitos atau Fakta?

Sabtu, 24 September 2022 | 16:37 WIB
Kata Peneliti Tanaman Palma Soal Pesan Berantai Minyak Goreng Limbah Bikin Kanker, Mitos atau Fakta?
Pesan berantai minyak goreng limbah berbahaya dan bisa sebabkan kanker. (Dok. Whatsapp Group)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Imbas kenaikan harga minyak goreng, banyak merek minyak goreng kemasan baru dan minyak goreng limbah yang disebut membahayakan karena sebabkan kanker.

Anggapan ini ramai beredar dalam bentuk video teks melalui pesan berantai WhatsApp, yang didalamnya menyebutkan banyak beredar minyak goreng kemasan baru mengandung minyak goreng limbah. Mitos atau fakta?

Pesan berantai minyak goreng limbah berbahaya dan bisa sebabkan kanker. (Dok. Whatsapp Group)
Pesan berantai minyak goreng limbah berbahaya dan bisa sebabkan kanker. (Dok. Whatsapp Group)

Pesan dalam video teks isinya sebagai berikut:

"Ibu-ibu saya mau infokan tentang minyak goreng yang sekarang lagi beredar dengan merek-merek baru. Hati-hati ya, lebih baik mencegah daripada mengobati.

Ambil minyak goreng di rumah dan masukan ke dalam kulkas selama 2 jam. Jika ada busa putih, itu artinya minyak goreng limbah.

Seorang dokter dari Padang mengatakan, cara termudah mendeteksi apakah itu minyak goreng limbah atau bukan adalah waktu menumis sayur taruh sedikit bawang putih.

Bawang putih sangat sensitif terhadap aflatoksin dan karsinogenik (penyebab kanker). Kalau bawang putih berubah menjadi merah, itu artinya minyak yang dipakai adalah minyak limbah yang mengandung zat karsinogenik penyebab kanker.

Jika minyak yang baik, bawang putih yang sudah ditumis warnanya akan putih".

Penelusuran Suara.com

Baca Juga: 5 Mitos atau Fakta Seputar Bunuh Diri yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Menanggapi ini, Peneliti Palma di Balai Penelitian Tanaman Palma Kementerian Pertanian (Balit Palma Kementan) Manado, Sulawesi Utara, Barlina Rindengan mengatakan belum pernah mendengar informasi yang disampaikan dalam video teks tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI