Suara.com - Serangan panik merupakan masalah kejiwaan yang bisa terjadi pada siapa saja. Biasanya serangan panik terjadi ketika seseorang mengalami rasa takut yang amat sangat tanpa penyebab tertentu.
Mengutip Hello Sehat, saat mengalami serangan panik, seseorang bisa benar-benar merasa ketakutan seolah nyawa sedang terancam dan dihadapkan pada bahaya, meski sebenarnya tidak sedang terjadi apapun yang membahayakan nyawa.
Meski secara umum serangan panik bukan gangguan mental yang membahayakan nyawa, kondisi ini bisa terasa menakutkan bagi orang yang mengalaminya. Belum lagi, kondisi ini bisa memengaruhi kualitas hidup penderitanya.
Lalu apa saja tanda dan gejala serangan panik yang bisa terjadi?
- Palpitasi atau jantung berdegup kencang dan tak beraturan.
- Berkeringat.
- Tubuh gemetar.
- Napas terengah-engah.
- Rasanya seperti sedang dicekik.
- Nyeri dada atau dada terasa tak nyaman.
- Mual dan perut terasa tak nyaman.
- Kepala terasa pusing dan ingin pingsan.
- Sensasi mati rasa.
- Takut tidak bisa mengontrol diri atau menjadi tak terkendali.
- Merasa takut akan mati detik itu juga.
Oleh karena itu, jika Anda merasakan satu atau lebih dari gejala dari salah satu jenis gangguan kecemasan tersebut, lebih baik segera periksakan kondisi kesehatan ke dokter yang tepercaya.
Faktor risiko serangan panik
- Riwayat kesehatan keluarga yang berkaitan dengan serangan atau gangguan panik.
- Stres berat akibat masalah tertentu dalam hidup, seperti anggota keluarga mengalami penyakit serius atau meninggal dunia.
- Kejadian traumatis di masa lalu, seperti kekerasan seksual atau kecelakaan serius.
- Perubahan besar dalam hidup, seperti perceraian atau bertambahnya momongan.
- Kebiasaan merokok atau terlalu banyak mengonsumsi kafein.
- Kenangan buruk di masa lalu.
Psikoterapi untuk pengobatan serangan panik
Terapi psikologi atau psikoterapi merupakan salah satu metode yang dianggap cukup efektif untuk mengatasi kondisi ini. Bahkan, metode ini selalu direkomendasikan oleh dokter sebagai pilihan pertama pengobatan yang patut dicoba.
Terapi ini dapat membantu Anda memahami kondisi yang sedang dialami, dan bagaimana cara menghadapinya (jika terjadi di kemudian hari).
Salah satu jenis psikoterapi, cognitive behavioral therapy (CBT), dapat membantu Anda memahami bahwa gejala dari gangguan panik yang muncul sebenarnya tidak berbahaya.