Hal yang Harus Diperhatikan Orangtua Saat Melakukan Imunisasi Kejar

Risna Halidi, Fajar Ramadhan

Senin, 08 Agustus 2022 | 19:34 WIB
Hal yang Harus Diperhatikan Orangtua Saat Melakukan Imunisasi Kejar
Ilustrasi imunisasi. (Elements Envato)

Suara.com - Imunisasi menjadi hal yang penting bagi anak-anak. Imunisasi akan memberikan sistem kekebalan tubuh yang baik agar anak terhindar dari berbagai macam penyakit.

Pentingnya imunisasi ini membuat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) jalankan program Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN). Sebelumnya pada Mei 2022 lalu telah dilaksanakan BIAN tahap pertama pada 27 provinsi di luar Jawa-Bali.

Sementara untuk BIAN tahap II berfokus untuk imunisasi anak di wilayah Jawa-Bali yaitu pada 7 provinsi yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY Jakarta, dan Bali.

Ilustrasi imunisasi wajib untuk anak dan bayi. (Unsplash/Ed Us)
Ilustrasi imunisasi wajib untuk anak dan bayi. (Unsplash/Ed Us)

Seperti yang diketahui, pada masa pandemi membuat para orangtua tidak melakukan imunisasi pada anaknya.

Padahal, imunisasi dimaksudkan untuk memperkuat sistem imun anak. Hal tersebut juga yang membuat anak mengalami keterlambatan untuk melakukan imunisasi.

Meskipun demikian, anak juga masih bisa melakukan imunisasi kejar.

Dokter Spesialis Anak, Dr. Robert Soetandio mengatakan, imunisasi kejar diperuntukkan bagi anak yang sempat ketinggalan untuk vaksinasi pada waktu yang dijadwalkan.

Imunisasi kejar ini dimaksudkan agar anak tetap mendapat imunisasi meskipun sedikit terlambat.

“Imunisasi kejar ini untuk mengejar ketinggalan program imunisasi dari seorang anak agar seorang anak mempunyai antibodi yang cukup untuk mencegah kesakitan dan atau kematian akibat penyakit tertentu yang ada vaksinasinya,” jelas Dr. Robert saat dihubungi Suara.com, Sabtu (6/8/2022).

baca juga

Namun, imunisasi kejar sendiri tidak bisa sembarangan dilakukan. Dr. Robert mengungkapkan, ada beberapa hal yang harus diperhatikan orangtua sebelum melakukann imunisasi kejar, di antaranya sebagai berikut:

Pemberian Vaksin Tanpa Mengulang
Dr. Robert menjelaskan, ketika anak ketinggalan imunisasi, bukan berarti harus mengulang dari awal. Sesuaikan dengan usia dan pemberian vaksin yang telah diberikan.

“Misalnya, bayi A, usia 8 bulan, imunisasi lengkap sampai dengan usia 3 bulan.  Pada saat usianya 4 bulan, bayi tidak datang untuk imunisasi dasar karena pandemi Covid-19."

"Maka, imunisasi yang perlu diberikan saat ini adalah imunisasi yang sedianya diberikan pada bayi usia 4 bulan (vaksin pentavalen 3, polio oral 4 dan IPV),” jelasnya.

Pemberian Vaksin Ganda atau Multipel
Bayi juga bisa melakukan pemberian vaksin ganda. Dr. Robert menuturkan, hal ini misalnya terjadi karena adanya pemberian imunisasi yang terlewat. Oleh karena itu, bayi langsung diberikan vaksinasi ganda atau multipel.

“Contohnya, bayi B, usia 2 bulan, baru mendapat vaksin Hepatitis B 0 saat lahir dan belum mendapatkan vaksin BCG yang dijadwalkan pada bayi saat usia 1 bulan."

"Maka, pada saat usianya 2 bulan tersebut, ia dapat diberikan vaksin pentavalen 1, vaksin polio oral 1 dan BCG (2 vaksin suntikan dan 1 vaksin tetes),” ucap Dr. Robert.

Usia Minimal dan Maksimal
Pemberian vaksin sendiri nyatanya juga harus dilihat dari usia minimal dan maksimal bayi tersebut. Dr. Robert menjelaskan, pada beberapa vaksin terdapat usia minimal untuk pemberiannya.

Terdapat juga beberapa vaksin yang memiliki batas usia maksimal. Ketika ia sudah melewati usia tersebut, maka dirinya tidak bisa mendapatkan vaksinasi kembali.

“Perlu diperhatikan usia minimal atau maksimal dan interval minimal antar 2 vaksin. Seperti, usia minimal untuk vaksin pentavalen adalah 6 minggu. Kedua, usia maksimal vaksin DTP adalah 6 tahun,” ungkapnya.

Pemberian Vaksin Hidup
Pemberian vaksin hidup seperti BCG,OVP, dan MR rupanya dapat diberikan secara bersamaan. Sementara itu, jika dipisah, harus diberikan waktu sekitar 4 minggu.

Selain itu, vaksin hidup juga bisa diberikan bersama vaksin inaktif. Namun, untuk vaksin inaktif harus diberikan bersama inaktif juga.

Perhatikan Kondisi Anak
Sebelum melakukan imunisasi orangtua juga harus bisa memerhatikan kondisi anak apakah siap menerima vaksinasi. Hal ini karena ketika anak sedang demam, batuk dan sesak napas, serta diare, pemberian vaksin harus diperhatikan.

Hal ini bisa dilakukan penundaan terlebih dahulu oleh orangtua. Namun, balik lagi dengan waktu interval yang berlaku. Jangan sampai melewati batas maksimal sehingga anak tidak mendapat imunisasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Digitalisasi Kesehatan Melalui Aplikasi SMILE, Kemenkes RI Kerja Sama dengan UNDP

Dukung Digitalisasi Kesehatan Melalui Aplikasi SMILE, Kemenkes RI Kerja Sama dengan UNDP

Health | Senin, 08 Agustus 2022 | 19:01 WIB

Orangtua Bisa Ajak Anak Ikut Imunisasi Kejar Saat Terlewat GIliran

Orangtua Bisa Ajak Anak Ikut Imunisasi Kejar Saat Terlewat GIliran

Health | Minggu, 07 Agustus 2022 | 13:30 WIB

ASI Merupakan Imunisasi Pertama Bagi Bayi

ASI Merupakan Imunisasi Pertama Bagi Bayi

Sumbar | Sabtu, 06 Agustus 2022 | 13:19 WIB

Terkini

Perjuangan Tasya Farasya Atasi Kulit Kering Akibat Insomnia Hingga Hormon Berubah usai Melahirkan

Perjuangan Tasya Farasya Atasi Kulit Kering Akibat Insomnia Hingga Hormon Berubah usai Melahirkan

Lifestyle | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:26 WIB

3 Kali Gagal Pasang Regulator, Gas LPG di Cilincing Meledak: Penghuni Kontrakan Terluka Parah!

3 Kali Gagal Pasang Regulator, Gas LPG di Cilincing Meledak: Penghuni Kontrakan Terluka Parah!

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Tantowi Yahya: China Jauh di Depan dalam AI, Mahasiswa Bali Didorong Belajar ke Tsinghua

Tantowi Yahya: China Jauh di Depan dalam AI, Mahasiswa Bali Didorong Belajar ke Tsinghua

Bali | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:13 WIB

IHSG Menghijau pada Pembukaan Senin, Pantau ENRG

IHSG Menghijau pada Pembukaan Senin, Pantau ENRG

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:12 WIB

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Harga Minyak Dunia Naik Usai Serangan Drone Houthi Targetkan Fasilitas Saudi Aramco

Bisnis | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:02 WIB

MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?

MA Kabulkan Pemakzulan Bupati Gowa, Apa yang Terjadi Jika DPRD Diam 14 Hari?

Sulsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Susul BTS, Stray Kids Tak Kirim Karya Musik ke dalam Nominasi Grammy 2027

Susul BTS, Stray Kids Tak Kirim Karya Musik ke dalam Nominasi Grammy 2027

Your Say | Senin, 05 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Jabat Kabaharkam Polri, Eks Kapolda Riau Resmi Sandang Jenderal Bintang Tiga

Jabat Kabaharkam Polri, Eks Kapolda Riau Resmi Sandang Jenderal Bintang Tiga

Riau | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

Momen SBY-Jokowi Duduk Sebelahan Saksikan Prabowo Tiba Pakai Helikopter Jelang Upacara HUT TNI

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:57 WIB

Jorge Jesus Buka Pintu Cristiano Ronaldo Kembali ke Timnas Portugal

Jorge Jesus Buka Pintu Cristiano Ronaldo Kembali ke Timnas Portugal

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 08:56 WIB

×