Pembengkakan di Kaki atau Pergelangan Bisa Disebabkan Beberapa Hal, Apa Saja?

Jum'at, 22 Juli 2022 | 09:00 WIB
Pembengkakan di Kaki atau Pergelangan Bisa Disebabkan Beberapa Hal, Apa Saja?
kaki bengkak. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Pembengkakan pada pergelangan kaki atau edema bisa membuat kita sulit bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya, kondisi ini hanya bertahan dalam waktu singkat.

Namun, ada beberapa kondisi kesehatan yang bisa menyebabkan pergelangan kaki membengkak dalam waktu lama.

Dilansir The Health Site, berikut beberapa penyebab umum pergelangan kaki bengkak:

1. Gagal jantung

Baca Juga: Tagar #PercumaLaporPolisi Trending, Gegara Viral Anak Kabur dengan Kaki Dirantai

Gagal jantung terjadi ketika jantung tidak lagi memompa darah seefisien yang seharusnya. Ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: kongestif, sisi kiri, dan sisi kanan.

Berkurangnya aliran darah dari jantung menyebabkan darah kembali ke pembuluh darah di sisi kanan dan gagal jantung kongestif.

Kondisi ini dapat menyebabkan akumulasi cairan di jaringan, terutama kaki dan pergelangan kaki.

Makanan apa saja yang jadi penyebab asam urat? Ilustrasi Kaki Asam Urat (Pixabay)
Ilustrasi kaki bengkak (Pixabay)

2. Gumpalan darah

Bekuan darah, yang juga dikenal sebagai trombosis, kadang-kadang dapat terbentuk di pembuluh darah di lengan atau kaki.

Baca Juga: Viral, Kronologi Anak Kabur dengan Kaki Diikat Rantai, Diduga Disiksa Ortu

Darah menumpuk di anggota tubuh yang terkena akibat deep vein thrombosis (DVT), yang mencegah darah mengalir ke jantung.

3. Preeklamsia

Preeklamsia dapat berkembang selama trimester kedua atau ketiga kehamilan, yang berpotensi fatal. Tekanan darah tinggi dan protein dalam urin adalah gejala penyakit ini.

Kondisi ini dapat menyebabkan gejala edema, sakit kepala, masalah penglihatan, dan penambahan berat badan.

Preeklamsia terkait kehamilan mungkin berdampak pada janin juga.

4. Hipotiroidisme

Ketika seseorang menderita hipotiroidisme, kelenjar tiroid menghasilkan terlalu sedikit hormon.

Penderita hipotiroidisme mungkin mengalami sakit, nyeri, kekakuan, dan pembengkakan pada otot dan persendiannya. Untuk menilai kadar hormon tiroid seseorang, dokter dapat menjalankan tes darah.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI