Penyebab Anak Congekan dan Cara Mengobatinya

Risna Halidi

Kamis, 14 Juli 2022 | 06:08 WIB
Penyebab Anak Congekan dan Cara Mengobatinya
Ilustrasi (pixabay.com/LuidmilaKot)

Suara.com - Congek atau otitis media merupakan kondisi keluarnya cairan bercampur nanah dari telinga yang terjadi akibat infeksi. Congek biasanya terjadi pada telinga bagian tengah serta rongga tulang mastoid.

Dikutip dari Hello Sehat, otitis media lebih rentan terjadi pada bayi dan anak. Hal utu terjadi karena mereka memiliki organ tubuh yang belum sepenuhnya matang, termasuk telinga.

Lebih lanjut, berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab bayi dan anak-anak lebih rentan terkena infeksi telinga dan mengalami congek.

1. Ukuran Tuba Eustachius Lebih Pendek
Tuba eustachius adalah saluran kecil yang menghubungkan antara bagian atas tenggorokan dengan telinga bagian tengah. Pada anak, tuba eustachius belum berkembang sempurna.

Ini berarti diameter tuba pada anak lebih pendek, sehingga menyebabkan sumbatan pada tuba lebih mudah terjadi.

Hal ini meningkatkan peluang terjadinya hubungan dari hidung bagian belakang (nasofaring) yang akan mengganggu keluarnya cairan (drainase) melalui tuba eustachius.

Terganggunya drainase saluran ini bisa membuat penumpukan cairan kotoran telinga sehingga rentan memicu infeksi telinga pada anak.

2. Bentuk Tuba Eustachius yang Berbeda
Bentuk tuba eustachius pada bayi dan anak terbilang unik. Bentuknya lebih lebar dan posisinya lebih mendatar daripada yang dimiliki orang dewasa.

Kondisi ini membuat peradangan pada tuba eustachius menjadi lebih mudah terjadi pada anak-anak.

baca juga

Peradangan tersebut akan memicu gangguan pada tuba eustachius dalam melindungi telinga tengah. Hal ini bisa membuat anak lebih rentan terkena sakit telinga.

3. Ukuran Adenoid yang Berbeda
Adenoid adalah salah satu organ di tenggorokan bagian atas, tepatnya di belakang hidung. Organ ini berperan dalam fungsi kekebalan tubuh karena sebagian besar terdiri dari sel sistem imun.

Pada anak-anak, adenoid relatif berukuran lebih besar daripada orang dewasa. Posisi adenoid berdekatan dengan muara tuba eustachius.

Akibatnya, adenoid yang besar dapat mengganggu terbukanya tuba eustachius dan menyebabkan penumpukan cairan yang bisa menjadi penyebab congek pada anak.

4. Sistem Pertahanan Tubuh Anak Masih Rendah
Imunitas yang belum berkembang pada tubuh bayi dan anak menyebabkan mereka lebih rentan mengalami sakit telinga.

Salah satu yang sering dialami oleh anak-anak adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Infeksi yang berulang pada anak menyebabkan infeksi menyebar ke telinga bagian tengah dan berpotensi menimbulkan congek.

Selain itu, adenoid juga dapat terinfeksi akibat ISPA yang kemudian menyebar ke telinga tengah melalui tuba eustachius.

Rendahnya antibodi pada anak bisa meningkatkan risiko terjadinya infeksi telinga pada anak.

Ini berbeda dengan orang dewasa yang memiliki sistem imun lebih kuat, sehingga serangan mikroorganisme dapat diantisipasi dengan lebih baik.

Cara mengobati congek pada anak beragam dan disesuaikan dengan kondisi kesehatan anak. Namun beberapa cara pengobatan yang tersedia adalah;

  • Obat antibiotik berbentuk oral atau tetes telinga
  • Pengamatan oleh dokter
  • Obat pereda nyeri atau demam
  • Gabungan dari cara-cara di atas.

Jika cairan tetap timbul di dalam telinga selama lebih dari tiga bulan dan infeksi terus kambuh meski telah menggunakan antibiotik, maka dokter akan menyarankan operasi kecil miringotomi.

Operasi ini bertujuan untuk meredakan tekanan pada telinga bagian tengah anak Anda. Nantinya, congek akan dikeluarkan menggunakan selang kecil yang dimasukan melalui sayatan yang telah dibuat sehingga cairan bisa mengalir keluar.

Umumnya, pendengaran anak yang terganggu akan membaik setelah congek berhasil dikeluarkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahaya Komplikasi Infeksi Menular Seksual, dari Mandul Hingga Bisa Sebabkan Kanker

Bahaya Komplikasi Infeksi Menular Seksual, dari Mandul Hingga Bisa Sebabkan Kanker

Health | Rabu, 13 Juli 2022 | 20:15 WIB

Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual Paling Umum serta Cara Mengobatinya

Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual Paling Umum serta Cara Mengobatinya

Health | Rabu, 13 Juli 2022 | 15:28 WIB

Hati-hati, Remaja yang Aktif Berhubungan Seks Rentan Terkena IMS

Hati-hati, Remaja yang Aktif Berhubungan Seks Rentan Terkena IMS

Health | Rabu, 13 Juli 2022 | 20:30 WIB

Terkini

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

16 Korporasi Disidik Kasus Karhutla Sumsel, Mengapa Identitasnya Belum Dibuka ke Publik?

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Diduga Bakar Rumah Orang Tua, Perempuan 23 Tahun Diamankan Polisi

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 23:02 WIB

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Manfaatkan Potensi Lokal, Kelompok Ternak APTUR Kembangkan Usaha Perikanan dan Peternakan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:53 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Bank Sumsel Babel Perkuat Kepedulian Kesehatan Lewat CSR Operasi Mata

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:22 WIB

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Erick Thohir: Persaingan FIFA ASEAN Cup Makin Ketat, Indonesia Tak Boleh Anggap Remeh Lawan

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:17 WIB

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Industri Mamin Tumbuh 7,04 Persen, MoreFood Expo 2027 Bidik Pasar Lebih Luas

Jabar | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Karhutla TNBS Jambi Tinggal 2 Kilometer dari Habitat Harimau, Api Belum Berhasil Dipadamkan

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 22:13 WIB

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Tak Sesuai Domisili, 1.900 Manajer Kopdes Ditempatkan Lintas Provinsi

Video | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Tips Memilih Sekolah dengan Padukan Fasilitas Akademik dan Pengembangan Karakter Siswa

Jakarta | Selasa, 29 September 2026 | 22:00 WIB

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Petani PALI Tewas Ditembak di Kebun, Cekcok Pelepah Sawit Berujung Maut

Sumsel | Selasa, 29 September 2026 | 21:57 WIB

×