Pasutri Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Tentang 8 Alat Kontrasepsi

Selasa, 05 Juli 2022 | 18:10 WIB
Pasutri Wajib Tahu! Ini Mitos dan Fakta Tentang 8 Alat Kontrasepsi
Ilustrasi alat kontrasepsi. (Shutterstock)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Penggunaan alat kontrasepsi telah umum digunakan untuk menunda atau berhenti memiliki anak. Ada berbagai jenis alat kontrasepsi yang tersedia di Indonesia, mulai dalam bentuk obat, suntik, kondom, hingga prosedur sterilisasi. 

Dokter obgyn Prof. Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K), MPH mengatakan bahwa penggunaan alat kontrasepsi juga bermanfaat untuk mengatur jarak kelahiran antar anak.

"Beberapa studi menunjukkan bahwa pengaturan jarak kelahiran berpengaruh signifikan terhadap stunting pada anak. WHO merekomendasikan agar jarak satu anak dengan anak setelahnya adalah minimal 2 tahun 9 bulan," kaya prof. Dwiana dalam webinar bersama Tentang Anak beberapa waktu lalu. 

Untuk mencapai jarak minimal tersebut, masyarakat dapat merencanakan kehamilan dengan menggunakan berbagai upaya pencegahan dan penjarangan kehamilan, salah satunya dengan  penggunaan kontrasepsi. 

Ilustrasi alat kontrasepsi spiral. (Shutterstock)
Ilustrasi alat kontrasepsi spiral. (Shutterstock)

"Namun saat ini, masyarakat khususnya orang tua baru, belum sepenuhnya memahami jenis, manfaat, dan konsekuensi penggunaan alat kontrasepsi yang beredar di masyarakat. Oleh karenanya penting bagi kami selaku praktisi untuk terus melakukan edukasi," ujarnya. 

Untuk meluruskan pemahaman masyarakat tentang alat kontrasepsi, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membagikan sejumlah mitos dan faktanya sebagai berikut.

1. Implan

Rumor 1: haid yang tidak keluar setelah pasang implan akan menumpuk menjadi darah kotor dalam tubuh.

Faktanya: implan bekerja dengan mempengaruhi keadaan lendir dalam rahim juga pelepasan sel telur. Sehingga pada umumnya penggunaan implan akan membuat haid terhenti atau kadang timbul bercak. Haid yang terhenti akibat penggunaan implan atau hormonal lainnya tidaklah berbahaya. Proses siklus haid terhenti akibat pelepasan sel telur dihambat, sehingga tidak ada sel telur yang menempel di dinding rahim. Proses haid yang terhenti mengakibatkan tidak ada permukaan pada dinding rahim yang menyebabkan haid.

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Kontrasepsi yang Bikin Ukuran Payudara Jadi Lebih Besar

Rumor 2: pemasangan implan menyebabkan banyak pendarahan.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI