3 Penyebab Sering Menguap, Penting untuk Diketahui

Yasinta Rahmawati | Suara.com

Selasa, 05 Juli 2022 | 08:04 WIB
3 Penyebab Sering Menguap, Penting untuk Diketahui
Ilustrasi gambar penyebab sering menguap. (freepik)

Suara.com - Rata-rata orang menguap 5-10 kali per hari. Anda mulai menguap saat masih dalam kandungan dan akan terus berlanjut sepanjang hidup Anda. Menguap juga tidak eksklusif untuk manusia. Perilaku ini telah didokumentasikan pada mamalia lain, reptil, burung, dan ikan. Lantas, apa penyebab seing menguap?

Meskipun menguap paling sering dikaitkan dengan kelelahan atau kebosanan, ada proses fisiologis yang kompleks di balik bagaimana dan mengapa kita menguap. Alasan lain untuk menguap mungkin termasuk respons terhadap tekanan telinga, menjaga suhu internal inti tubuh Anda, dan penyakit tertentu.

Apa Itu Menguap?

Menguap adalah gerakan tak sadar di mana mulut terbuka dan rahang bawah melebar sepenuhnya. Menguap dimulai dengan menghirup dalam-dalam melalui hidung dan mulut, kemudian diakhiri dengan menghembuskan napas melalui saluran yang sama. Banyak orang juga meregangkan lengan atau kaki mereka saat menguap. Rata-rata menguap berlangsung selama lima detik.

Penelitian menunjukkan menguap dapat membantu Anda merasa lebih terjaga. Detak jantung Anda meningkat saat menguap mencapai puncaknya, dan peningkatan ini dapat berlanjut selama beberapa detik setelah Anda selesai menguap.

ilustrasi menguap.

Penyebab Sering Menguap

Sering menguap didefinisikan sebagai menguap yang terjadi lebih sering dari lima sampai 10 kali per hari. Penyebab paling umum dari sering menguap adalah kurang tidur, yang mempengaruhi orang-orang yang biasanya tidak cukup tidur. Ada juga beberapa penyebab lainnya mengapa Anda sering mengantuk yang dihimpun dari berbagai sumber.

1. Empati Sosial

Ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa menguap itu menular. Maksudnya, kita sering merasakan dorongan untuk menguap ketika kita berada di hadapan orang lain yang menguap, atau ketika kita melihat seseorang menguap di film atau di televisi. Para ahli percaya bahwa menguap yang menular berakar pada empati sosial. 

2. Brain Cooling

Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti telah mengeksplorasi termoregulasi (cara tubuh Anda mengendalikan suhunya) sebagai alasan lain untuk menguap. Hewan dan manusia telah diamati menguap selama periode stres panas atau hipotermia, yang terjadi pada suhu dingin yang ekstrem. 

Hal ini menyebabkan beberapa orang berspekulasi bahwa menguap memberikan pendinginan ketika suhu otak meningkat. Sebuah studi menemukan orang cenderung menguap selama musim dingin dibandingkan dengan waktu yang lebih hangat dalam setahun.

3. Pereda Tekanan Telinga

Tekanan telinga umum terjadi pada penerbangan panjang, di lift, dan di lingkungan lain di mana terjadi perubahan ketinggian yang cepat. Menguap dapat mengurangi ketidaknyamanan ini, dan juga dapat memperbaiki masalah pendengaran yang berkaitan dengan tekanan telinga.

Selain penyebab sering menguap seperti yang disebutkan di atas, ada penyebab lainnya yaitu sebagai berikut:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita 20 Tahun Kena Stroke Karena Begadang, Ini Bahaya Kurang Tidur

Wanita 20 Tahun Kena Stroke Karena Begadang, Ini Bahaya Kurang Tidur

| Selasa, 07 Juni 2022 | 15:34 WIB

Wajib Tahu! 5 Dampak Buruk Bermain Ponsel pada Anak

Wajib Tahu! 5 Dampak Buruk Bermain Ponsel pada Anak

Your Say | Selasa, 14 Juni 2022 | 20:04 WIB

Perempuan 20 Tahun Kena Stroke akibat Begadang, Ingat Lagi 5 Bahaya Kurang Tidur untuk Kesehatan

Perempuan 20 Tahun Kena Stroke akibat Begadang, Ingat Lagi 5 Bahaya Kurang Tidur untuk Kesehatan

Health | Senin, 06 Juni 2022 | 15:07 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB