Suara.com - Cerita calon Bintara Polri gagal pendidikan karena buta warna parsial, Fahri Fadilah Nur Rizki, menjadi viral. Ini bukan pertama kalinya ia tidak lolos tes karena buta warna parsial.
Sejak 2019, Fahri sudah mengikuti tes Bintara Polri tiga kali. Kali ini, ia pun kembali dinyatakan tidak lolos karena buta warna, meskipun telah yakin akan berangkat pendidikan setelah dinyatakan lulus dan ranking 35 dari 1.200 peserta di Polda Metro Jaya.
Buta warna parsial merupakan jenis paling umum, yang terjadi akibat keterbatasan atau hilangnya fungsi sel kerucut di dalam retina yang terletak di bagian belakang mata.
Sel kerucut ini memiliki fotopigmen yang berfungsi membedakan warna. Jika fotopigmen warna merah, hijau dan biru tidak berfungsi, Anda akan kesulitan membedakan warna.
Sementara ini dilansir dati Hellosehat, belum ada terapi untuk menyembuhkan kondisi ini. Karena, kondisi ini biasanya disebabkan oleh faktor genetik.
Tapi, ada kacamata yang bisa membantu penderita buta warna parsial agar lebih mudah membedakan warna. Meskipun, pakai kacamata juga tidak akan menyembuhkan buta warna sepenuhnya.

1. Kacamata buta warna EnChroma
Orang yang buta warna mengalami kerusakan fotopigmen pada sel kerucut, yang menyebabkan penumpukan gelombang cahaya sehingga warna tidak teridentifikasi dengan jelas.
Kacamata jenis ini dilengkapi dengan lensa berbahan khusus yang bisa mengurangi tumpang tindih gelombang cahaya. Sehingga penggunanya bisa membedakan warna lebih baik.
Baca Juga: Uya Kuya Tetap Tak Percaya Medina Zein Idap Gangguan Jiwa, Ini Alasannya
Tapi, penggunaan kacamata ini masih perlu penelitian mendalam untuk meningkatkan fungsi lensa pada kacamata sehingga lebih efektif untuk mendeteksi warna.