Angka testing yang cukup memadai ini, menunjukkan positivity rate atau jumlah kasus positif pada keseluruhan orang yang dites pada level nasional konsisten menunjukkan tren penurunan. Positivity rate mingguan nasional pada pekan terakhir adalah sebesar 0,33 persen.
Hanya saja, angka ini masih lebih tinggi jika dibandingkan angka terendah yang pernah dicapai pada Desember 2021 lalu, yang sempat menyentuh angka kurang dari 0,1 persen. "Angka positivity rate ini menunjukkan bahwa potensi penularan di tengah masyarakat masih ada," tambah Wiku.
Untuk itu, meskipun saat ini kondisi tergolong terkendali, masyarakat dihimbau senantiasa waspada dan tidak lengah. Dalam menjalani aktivitas sehari-hari, masyarakat sepatutnya mempertahankan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Karena, terbiasa hidup bersih dan sehat tidak hanya menghindarkan tertular COVID-19. Namun juga berbagai penyakit lain yang sudah ada sebelumnya, maupun penyakit-penyakit yang belakangan ini merebak.
Serta yang tidak kalah penting, masyarakat harus dengan kesadaran tinggi melakukan tes COVID-19 apabila habis mengunjungi lokasi keramaian, setelah bepergian jarak jauh, serta merasa bergejala. Masyarakat juga dimohon untuk mengisolasi diri jika teridentifikasi positif.