Virus Corona Makin Ngamuk di Shanghai, 190 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Sepanjang 2022

Bimo Aria Fundrika Suara.Com
Rabu, 27 April 2022 | 11:48 WIB
Virus Corona Makin Ngamuk di Shanghai, 190 Orang Meninggal Akibat Covid-19 Sepanjang 2022
Seorang petugas medis di Zhongnan Hospital of Wuhan University, Wuhan, China, Jumat (24/1), menangani pasien yang terduga terkena virus corona. (ANTARA/HO-Xinhua/Xiongqi/mii)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Saat kasus Covid-19 di sejumlah negara termasuk Indonesia mulai melandai, penularan virus corona di China justru tengah ganas-ganasnya.

Hal itu bahkan memicu gelombang kasus Covid-19 terbaru di China yang terpantau sejak Januari 2022 hingga Selasa (26/4) telah menewaskan 190 orang.

Kasus kematian terbaru menimpa pada seorang pria berusia 33 tahun yang sudah divaksin dosis lengkap. Pria tersebut didiagnosis menderita penyakit jantung dan henti napas, kata otoritas kesehatan di Shanghai, demikian seperti dikutip dari ANTARA, Rabu, (27/4/2022).

Selebihnya, kasus kematian di Shanghai menimpa kalangan orang tua berusia 70 tahun hingga 101 tahun yang memiliki penyakit bawaan.

Baca Juga: Wapres AS Positif Covid-19, Bagaimana Kondisi Serta Gejala Kamala Harris Kini?

Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)
Para pekerja medis dengan mengenakan pakaian pelindung memeriksa seorang pasien di dalam bangsal terisolasi Rumah Sakit Palang Merah Wuhan di Wuhan, pusat penyebaran wabah virus corona baru, di Provinsi Hubei, China, 16/2/2020. (ANTARA/China Daily/ via REUTERS/tm)

Dari jumlah kematian itu, 12 kasus terjadi pada orang-orang yang telah mendapatkan vaksin dan sisanya belum sama sekali.

Sampai saat ini, di Shanghai masih terdapat 259 kasus Covid-19 parah dan 28 pasien berada dalam kondisi kritis.

Otoritas di Shanghai masih menerapkan larangan bagi warga meninggalkan kota terkaya di China itu kecuali untuk kepentingan sangat mendesak.

Sementara itu di Beijing, Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) melaporkan penambahan kasus positif di seluruh wilayah daratan Tiongkok sebanyak 1.908.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.661 di antaranya terjadi di Shanghai.

Baca Juga: Sinopsis Stay With Me, Film China Dibintangi Ren Min hingga Zhou Yutong

Ada 17 provinsi atau kota setingkat provinsi lain yang melaporkan kasus positif, di antaranya Jiangxi sebanyak 91 kasus, Jilin (14), dan Beijing (32).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI