Meski tidak mudah, sebaiknya terapkan tiga saran dari WHO, yakni jika ada kerumunan sebaiknya berada yang di luar ruangan. Jika terpaksa di dalam ruangan pastikan ventilasi terbuka.
"Tetap berupaya maksimal untuk menjaga jarak dengan orang lain di sekitar kita. WHO menyebut langkah ini untuk mencegah penularan jika di sekitar kita ada yang batuk, bersin atau berbicara keras," papar Prof. Tjandra.
4. Hanya Sebentar di Kerumunan
Ini karena jika lebih pendek waktu seseorang berada dalam kerumunan maka akan lebih kecil kemungkinan tertular Covid-19, dan begitu juga sebaliknya.
"Artinya, kalau memang terpaksa harus berada dalam kerumunan maka baik kalau direncanakan dengan baik tentang apa yang akan dilakukan, sehingga dalam waktu singkat dapat diselesaikan," jelas Prof. Tjandra.
5. Langsung Tes Jika Ada Keluhan
Meski tidak wajib tes setelah vaksinasi lengkap dan booster, menurut Prof. Tjandra jika ada keluhan dan ada kontak penderita sebaiknya segera menjalani tes Covid-19.
"Untuk ini harus tersedia kemudahan masyarakat melakukan tes. Hanya dengan jumlah tes yang memadai maka kita dapat mengetahui situasi epidemiologi yang sebenarnya," katanya.
6. Segera Mendapatkan Perawatan
Jika tertular tanpa gejala bisa lakukan isolasi mandiri, tapi jika memiluki gejala berat, penyakit komorbiditas atau penyakit penyerta sebaiknya mendatangi pusat karantina terpusat.
Baca Juga: Tinjau Jalur Selatan Jabar, Wakapolri Sebut Mudik Lebih Awal Terasa di Garut
"Persiapan kemudahan masyarakat untuk mendapat pelayanan di puskesmas atau rumah Sakit, kalau memang terkena Covid-19 di masa arus mudik kali ini," tutup Prof. Tjandra.