Suara.com - Menurut Survei Populix tahun 2021, dua dari lima orang tidak menyadari terkena sakit maag atau gangguan kesehatan lambung.
Sakit maag merupakan salah satu penyakit yang rentan dialami saat puasa, termasuk puasa Ramadhan, dengan ditandai naiknya asam lambung.
Gangguan lambung saat puasa bisa terjadi karena perut dalam keadaan kosong, tidak ada asupan makanan untuk dicerna, hingga stres yang berkelebihan.
Penyebab lainnya adalah konsumsi makanan yang kurang sehat, seperti makanan pedas, asam, dan berlemak.
Begitu juga jika terlalu banyak mengonsumsi kafein, alkohol, maupun minuman bersoda.
Gangguan maag akan menyebabkan ketidaknyaman, antara lain perut akan terasa begah dan kembung, bahkan kadang-kadang merasakan seperti melilit.
Selain itu, perut terasa perih, mual, kembung, hingga nyeri ulu hati.
Pada akhirnya, kondisi tersebut akan membuat orang berisiko tidak mampu berpuasa.
Oleh karena itu, edukasi mengenai kesehatan lambung sangat penting dilakukan di tengah menjalankan ibadah puasa.
Baca Juga: 6 Manfaat Buah Salak untuk Kesehatan, Bisa Meredakan Sakit Maag
Menjawab kebutuhan tersebut brand obat sakit maag, Promag keluaran PT Kalbe Farma Tbk menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) melakukan edukasi kesehatan lambung melalui alat berbasis digital bernama Maag Meter untuk mengecek kondisi lambung dengan mudah dan praktis.