Wanita itu bangun keesokan harinya tanpa petunjuk apa pun telah terjadi.
Baru pada malam berikutnya ketika temannya mengirim sms kepadanya, Mandriota tahu dia membuat suara.
Penelitian menunjukkan bahwa berbagai faktor dapat berkontribusi pada kondisi tersebut, termasuk stres, kurang tidur, dan bahkan kelelahan.
Beberapa sexsomniacs mengalami efek gangguan lebih sering daripada yang lain. Mandriota, misalnya, mengatakan bahwa dia bangun beberapa kali melakukan masturbasi setiap bulan.
Meskipun kondisinya sangat langka, kondisi ini dapat dikelola.
Komunikasi terbuka sangat penting, karena persetujuan dapat menjadi masalah bagi pasangan penderita sexsomnia.
Beberapa pasangan mungkin perlu tidur di tempat tidur atau kamar terpisah tergantung pada frekuensi pengalaman sexsomniac.
Terapi adalah pilihan lain untuk membantu mengelola gangguan tersebut.
Dalam beberapa kasus, pengobatan dapat membantu, terutama jika ada masalah mendasar.
Baca Juga: Bikin Pasangan Nagih, Ini 5 Zodiak yang Kasih Pengalaman Seks Terbaik
Jika Anda khawatir atau mengalami gejala sexsomnia, bicarakan dengan dokter Anda.