Para peneliti percaya itu mungkin terjadi karena kanker menekan kerongkongan dan faring.
Kemudian, kondisi ini didiagnosis sebagai tumor metastatik dari kanker paru-paru yang telah menyebar ke rongga mulut.
Namun, perlu dicatat bahwa metastasis kanker paru-paru lebih jarang terjadi. Sedangkan, metastasis ke otak, hati atau tulang lebih sering terjadi.
Penyakit ini terkenal sulit diobati setelah bermetastasis, jadi para ahli merekomendasikan agar setiap perubahan tubuh diselidiki lebih awal.
Kanker paru-paru non-sel kecil biasanya dapat diobati dengan operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi bertarget atau kombinasi dari perawatan ini.
Kini, obat AFM24 telah menunjukkan efektivitas dalam mengobati pasien kanker usus dan kanker paru-paru.
Ian Collins, kepala Pusat Degradasi Protein mengatakan obat ini bekerja dengan mengarahkan sistem kekebalan tubuh untuk membunuh sel kanker, bukan memblokir protein berbahaya.
"Sel-sel kita telah mengembangkan teknik yang sangat efisien untuk menghilangkan protein berbahaya," kata Collins dikutip dari Express.
Baca Juga: Tes Covid-19 Tak Bisa Mengidentifikasi Varian Virus Corona Mana yang Menginfeksi? Ini Sebabnya