Sebanyak 99% Penduduk Dunia Menghirup Udara Berkualitas Buruk, Kenali Risikonya pada Paru-Paru dan Jantung

Yasinta Rahmawati, Rosiana Chozanah

Selasa, 05 April 2022 | 16:20 WIB
Sebanyak 99% Penduduk Dunia Menghirup Udara Berkualitas Buruk, Kenali Risikonya pada Paru-Paru dan Jantung
Ilustrasi polusi udara. (Elements Envato)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap bahwa 99% populasi global menghirup udara buruk dan seringkali penuh dengan partikel yang dapat menembus jauh ke paru-paru, masuk ke pembuluh darah.

Kondisi ini dapat menyebabkan penyakit parah, yang mencakup kanker paru-paru, masalah jantung, dan masalah kesehatan lain.

"Setelah selamat dari pandemi, tidak dapat diterima bahwa kita masih mengalami 7 juta kematian yang dapat dicegah hanya karena polusi udara," jelas Kepala Departemen Lingkungan, Perubahan Iklim dan Kesehatan WHO, Maria Neira.

Kandungan berbahaya dalam polusi udara

Menurut The Health Site, hingga saat ini partikel yang paling berbahaya yang ada di udara berukuran PM2.5 dan PM10. Artinya, partikel udara ini berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron dan lebih kecil dari 10 mikron.

Sebuah penelitian baru-baru ini mengungkap adanya gas berbahaya nitrogen dioksida di udara.

Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]

Gas nitrogen dioksida berasal dari pembakaran bahan bakar yang dihasilkan manusia, seperti bahan bakar kendaraan bermotor yang sangat umum di daerah perkotaan.

Paparan gas ini dapat menyebabkan penyakit pernapasan seperti asma dan gejala seperti batuk, mengi dan kesulitan bernapas.

WHO menemukan konsentrasi tertinggi dari gas nitrogen dioksida ini berada di wilayah Mediterania timur.

baca juga

Kualitas udara yang buruk dapat memiliki beberapa risiko kesehatan jangka panjang yang parah, sebagian besar terkait dengan jantung dan paru-paru.

Beberapa penyakit yang terkait dengan kualitas udara yang buruk adalah:

  • Penyakit arteri koroner
  • Empisema
  • Infeksi saluran pernapasan
  • Asma
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Penyakit kardiovaskular
  • Diabetes
  • Stroke
  • Kanker paru-paru

Para ahli juga memperingatkan bahwa menghirup udara yang buruk dapat berbahaya bagi wanita hamil, karena dapat menyebabkan cacat lahir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Studi: Wilayah dengan Polusi Udara Parah Berisiko Sebabkan Anak Idap ADHD Lebih Tinggi

Studi: Wilayah dengan Polusi Udara Parah Berisiko Sebabkan Anak Idap ADHD Lebih Tinggi

Health | Jum'at, 25 Februari 2022 | 12:37 WIB

Studi China: Tinggal Di Daerah Penuh Polusi Udara Bisa Bikin Sperma Loyo

Studi China: Tinggal Di Daerah Penuh Polusi Udara Bisa Bikin Sperma Loyo

Health | Senin, 21 Februari 2022 | 19:55 WIB

Apa Benar Polusi Udara Bisa Sebabkan Gelombang Kenaikan Kasus Varian Omicron? Begini Penjelasan BMKG

Apa Benar Polusi Udara Bisa Sebabkan Gelombang Kenaikan Kasus Varian Omicron? Begini Penjelasan BMKG

Jatim | Kamis, 17 Februari 2022 | 12:30 WIB

Terkini

Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak

Bedak Tabur yang Bagus Merek Apa? Ini 7 Rekomendasinya yang Awet Menahan Minyak

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:45 WIB

Usai Geledah Ruang Kerja, KPK Buka Peluang Periksa 2 Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus Suap HGB di Bogor

Usai Geledah Ruang Kerja, KPK Buka Peluang Periksa 2 Dirjen ATR/BPN Terkait Kasus Suap HGB di Bogor

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:44 WIB

Health Capital Theory: Saat Gen Z Berhenti Menilai Status Sosial dari Nongkrong di Kafe

Health Capital Theory: Saat Gen Z Berhenti Menilai Status Sosial dari Nongkrong di Kafe

Your Say | Selasa, 22 September 2026 | 11:42 WIB

Timnas Indonesia Masih Tunggu 3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Saja?

Timnas Indonesia Masih Tunggu 3 Pemain Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Siapa Saja?

Bola | Selasa, 22 September 2026 | 11:42 WIB

Romy Bareno, Putra Karni Ilyas, Dapat Kursi Komisaris InJourney Airports

Romy Bareno, Putra Karni Ilyas, Dapat Kursi Komisaris InJourney Airports

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:42 WIB

Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?

Saat Sampah Plastik Kemasan Diubah Jadi Infrastruktur Wisata, Bagaimana Caranya?

Lifestyle | Selasa, 22 September 2026 | 11:41 WIB

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

Kabel Prasarana KA Dicuri dan Dirusak, KAI Ungkap Risiko bagi Keselamatan Penumpang

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Pertamina Bawa 7 UMK Tembus Pasar Global Lewat CAEXPO 2026

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 11:39 WIB

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

Spesifikasi Kapal China First Margaux yang Tabrak Perahu Nelayan di Selat Singapura

News | Selasa, 22 September 2026 | 11:33 WIB

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

APBD Perubahan Rp8 Triliun Lebih, Riau Fokus Lunasi Tunda Bayar

Riau | Selasa, 22 September 2026 | 11:30 WIB

×