"Mereka memberi saya krim untuk dioleskan ke bagian-bagian di mana saya mengalami nekrosis, yang memungkinkan kulit mati melunak dan rontok," jelasnya.
Sebagian besar berhasil, sementara bagian lainnya harus dipotong menggunakan gunting.
Tetapi, kemudian beberapa otot payudaranya keluar menembus jahitannya dan ia harus melakukan operasi kedua untuk mengembalikan kondisinya.
"Syukurlah saya sembuh dengan baik setelah itu," sambungnya.
Sekarang kondisinya sudah pulih dan ia menceritakan pengalaman buruknya dalam sebuah e-book berjudul 'Results after the Cut'.
Dia ingin memberikan peringatan kepada wanita lain yang akan menjalani operasi plastik untuk observasi terlebih dahulu sebelum tindakan, sebagai pencegahan terhadap efek samping.