3. Alergi

Alergi musiman juga dikenal sebagai rinitis alergi atau hay fever, yang dapat menyebabkan sakit tenggorokan tanpa demam. Gejala ini terjadi karena postnasal drip, atau lendir dari hidung yang turun ke tenggorokan.
Gejala lainnya juga meliputi antara lain bersin, pilek, hidung tersumbat, batuk, gatal di bagian mata, hidung, mulut, tenggorokan, sakit kepala, hingga mata berair dan merah.

Jika Anda mengalami sakit tenggorokan tanpa demam yang terus-menerus, ini disebabkan karena refluks asam. Refluks dikenal sebagai penyakit gastroesophageal reflux (GERD). Gejala ini terjadi ketika isi perut naik melalui kerongkongan ke tenggorokan.
Di sisi lain, refluks asam juga dialami pada orang dewasa, perempuan hamil, dan juga orang dengan kelebihan berat badan. Ada gejala lainnya dari refluks asam ini, antara lain mulas dan nyeri dada, batuk kronik atau suara serak, kesulitan menelan, mual, dan regurgitasi.
5. Infeksi Menular Seksual (IMS)

IMS atau infeksi menular seksual juga menyebabkan sakit tenggorokan, terutama jika Anda pernah terpapar virus seperti gonore dan herpes, di mana ini menjadi salah satu gejala pertama infeksi HIV.
Seringkali, IMS tidak menunjukkan gejalanya. Namun, ada gejala lain yang bisa menjadi pemicunya. Mulai dari luka pada alat kelamin dan mulut, sakit saat buang air kecil, peningkatan atau perubahan alat kelamin, sakit di panggul, dan nyeri dalam penis hingga vagina.
Baca Juga: Sudah Masuk Musim Hujan, Waspada DBD Mengancam Nyawa Keluarga Anda!