Studi: Wilayah dengan Polusi Udara Parah Berisiko Sebabkan Anak Idap ADHD Lebih Tinggi

Risna Halidi Suara.Com
Jum'at, 25 Februari 2022 | 12:37 WIB
Studi: Wilayah dengan Polusi Udara Parah Berisiko Sebabkan Anak Idap ADHD Lebih Tinggi
Ilustrasi: Gedung bertingkat tersamar kabut polusi udara di Jakarta, Senin (8/7). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Para peneliti mengidentifikasi ada 1.217 kasus ADHD, setara dengan 4,2 persen dari total populasi penelitian.

Hasil analisis ruang hijau juga mengungkap bahwa peserta yang tinggal di daerah dengan persentase vegetasi yang lebih besar memiliki risiko ADHD yang lebih rendah pula.

Lebih khusus lagi, hasil menunjukkan bahwa ada peningkatan 12 persen dalam persentase vegetasi dikaitkan dengan 10 persen pengurangan risiko ADHD.

Meski menemukan ada kaitan antara polusi dengan pengembangan ADHD, namun sebagian besar penelitian yang dilakukan baru berfokus pada evaluasi paparan tunggal dan jarang mengevaluasi efek gabungan dari paparan lingkungan ganda.

"Kami mengamati bahwa anak-anak yang tinggal di lingkungan yang lebih hijau dengan polusi udara rendah memiliki risiko ADHD yang jauh lebih rendah. Ini adalah ketidaksetaraan lingkungan di mana, pada gilirannya, anak-anak yang tinggal di daerah dengan polusi tinggi dan kurang hijau menghadapi risiko lebih besar secara tidak proporsional," jelas penulis utama penelitian, Matilda van den Bosch.

"Hubungan ini sangat relevan karena paparan terjadi pada awal kehidupan, periode penting untuk perkembangan otak di mana anak-anak sangat rentan. Hal yang penting, paparan ini dapat dimodifikasi, artinya temuan harus diperhitungkan untuk perencanaan kota yang lebih sehat," tambahnya dilansir dari Hindustan Times, Jumat (25/2/2022).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI