Suara.com - Kondisi MIS-C (Multisystem Inflammatory Syndrome in Children) menjadi hal yang dikhawatirkan saat anak terinfeksi Covid-19.
Dokter Spesialis Anak dr. Lucia Nauli Simbolon, M.Sc, Sp.A, menjelaskan jika ini merupakan kondisi di mana banyak organ tubuh yang mengalami peradangan pada anak yang sebelumnya terkena Covid-19.
Keluhannya pun beragam mulai dari ringan ke berat, seperti demam, nyeri, sulit bernapas, kebiruan atau pucat, yang dapat menyebabkan kondisi kritis hingga dapat menyebabkan anak meninggal dunia.
“Terdapat sekitar 0,14% anak yang dinyatakan MIS-C, sedikit ya sepertinya, tapi jangan sampai anak terkena, akan sedih sekali,” terang dr. Lucia dalam Webinar Ruang Keluarga SoKlin Antisep, Kamis (20/1/2022).
Oleh karena itu, kata dia, sebagai orangtua, kita wajib menjaga kesehatan anak. Selain vaksinasi, Dokter Spesialis Anak dr. Lucia Nauli Simbolon, M.Sc, Sp.A, mengatakan menjaga kesehatan anak secara keseluruhan juga penting untuk dilakukan.
Utamanya, dalam mempersiapkan anak melakukan Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas.
"Kondisi kesehatan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari asupan bergizi dan seimbang, minum yang cukup, prokes, serta vaksinasi berbagai penyakit,” ujarnya.
Orangtua harus menumbuhkan gaya hidup aktif terhadap anak. Anak-anak, lanjut dia, direkomendasikan bergerak aktif 1 jam sehari, sedangkan dewasa 30 menit sehari untuk aktivitas fisik.
Serta harus membatasi waktu gawai anak-anak, memastikan anak memiliki tidur yang cukup dan berkualitas, makanan bergizi dan seimbang, cairan cukup, pemanfaatan energi secara tepat, mendapatkan dukungan mental dan sosial, serta vaksinasi secara lengkap.
Baca Juga: Bayi Usia Empat Bulan di Saumlaki Meninggal, Diduga Akibat Covid-19
"Batasi interaksi yang tidak berarti. Jam masuk dan keluar diatur bertahap, sehingga tidak ada kerumuman. Selain itu, perhatikan secara lebih kondisi kesehatan anak yang memiliki penyakit komorbid, dimana obesitas sudah termasuk komorbid,” terangnya.