Abbot Rilis Alat Tes Cepat Antigen Khusus untuk Indonesia

Risna Halidi Suara.Com
Senin, 10 Januari 2022 | 15:34 WIB
Abbot Rilis Alat Tes Cepat Antigen Khusus untuk Indonesia
Ilustrasi tes rapid antigen Covid-19 (Unsplash/UN Covid-19)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Produsen alat kesehatan asal Amerika Serikat, Abbot, baru saja mengumumkan ketersediaan tes rapid antigen terbaru bernama BioquickTM.

Dikutip dari siaran pers, Senin (10/1/2022), alat tes tersebut dibuat khusus untuk Indonesia guna membantu mendeteksi virus corona penyebab Covid-19 pada orang dewasa dan anak-anak, dengan atau tanpa gejala.

Dalam evaluasi klinis yang dilakukan oleh profesional kesehatan, tes rapid antigen BioquickTM (dengan usap hidung) berhasil mengidentifikasi 98,1 prsen spesimen positif dan 99,8 persen spesimen negatif dengan benar.

Semua sampel dikonfirmasi negatif atau positif dengan tes RT- PCR (usap hidung) yang disetujui.

Divisional Vice President untuk bisnis Abbott Rapid Diagnostics business di Asia-Pasifik, Sanjeev Johar mengatakan, pihaknya selalu memantau mutasi Covid-19 secara seksama, guna memastikan alat tes dapat bekerja.

"Abbott telah melakukan analisis menyeluruh terhadap Covid- 19 varian baru, termasuk varian Delta, dan pengujian Abbott tetap efektif dalam mendeteksi varian tersebut," tulis rilis.

Sejak awal pandemi, Abbott sendiri telah mengirim sekitar satu miliar tes rapid antigen Covid- 19 untuk digunakan di seluruh dunia.

Dengan tersedia tes antigen tersebut, maka dipastikan jutaan alat tes akan terus tersedia di Indonesia selama beberapa bulan mendatang. Dengan begitu, memungkinkan bagi Indonesia untuk memiliki akses tes Covid-19 yang cepat dan andal.

Tes juga diharapkan dapat mengurangi penyebaran infeksi seiring semakin banyaknya orang kembali melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari di Indonesia.

Baca Juga: Jokowi: Pandemi Tak Boleh Hentikan Upaya Tingkatkan Taraf Hidup Rakyat

"Tes rapid antigen BioquickTM buatan lokal Abbott yang baru akan menambah cakupan dan menawarkan akses pengujian yang lebih besar untuk fasilitas perawatan kesehatan Indonesia," kata Johar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI