Suara.com - Alat dengan nama oximeter belakangan populer untuk membantu mengukur saturasi oksigen dalam darah. Tentu saja, hal ini masih berkaitan dengan kondisi pandemi, dan virus Covid-19 yang mengkhawatirkan. Tapi sebenarnya bagaimana cara membaca oximeter ini?
Mungkin dari segi tampilan, banyak sekali jenis oximeter yang ada di pasaran. Mulai dari yang sederhana hingga yang cenderung memberikan informasi kompleks pada penggunanya. Tapi secara garis besar ada cara mudah membaca data di dalam oximeter.
Cara Membaca Oximeter
Biasanya angka yang ditampilkan paling besar akan menunjukkan tingkat saturasi oksigen pada tubuh yang diuji. Tentu saja, ada beberapa informasi lain yang mungkin disertakan, seperti detak jantung dalam satuan bpm, dan lain sebagainya.
Secara singkat, Anda dapat melihat angka yang paling besar di oximeter tersebut. Ketika menampilkan angka 95 hingga 100 persen maka kadar saturasi oksigen berada di level normal.
Ketika angka yang muncul antara 93 sampai 94 maka disarankan untuk mulai waspada. Jika angka ini terus muncul pada waktu pengukuran yang berbeda, maka sudah saatnya ke dokter.

Untuk orang dengan kondisi khusus (seperti misalnya gangguan jantung atau sleep apnea), angka wajar ada di angka di atas 90.
Untuk kadar saturasi oksigen di bawah 93 atau 90, maka sudah benar-benar harus mengunjungi dokter atau rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut.
Ini Cara Pakai yang Benar
Baca Juga: Petugas Kebersihan Wisma Atlet Diduga Tertular Omicron Karena Melayani Pasien
Nah sebelum bisa membaca data yang ada di oximeter, ada baiknya Anda juga paham cara menggunakannya dengan benar.