5 Strategi Satgas Covid-19 untuk Cegah Kenaikan Kasus Pasca Libur Natal dan Tahun Baru

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 15 Desember 2021 | 19:24 WIB
5 Strategi Satgas Covid-19 untuk Cegah Kenaikan Kasus Pasca Libur Natal dan Tahun Baru
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Shvet)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Mencegah kenaikan kasus Covid-19 menjadi fokus pemerintah jelang libur Natal dan Tahun Baru. Meski PPKM Level 3 nasional dibatalkan, pengetatan protokol kesehatan perlu tetap dilakukan.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengatakan, meski situasi penanganan pandemi saat ini terkendali, bukan tak mungkin terjadi kenaikan kasus usai libur Natal dan Tahun Baru. Untuk itu, pencegahan pun harus dilakukan sejak sekarang, menggunakan lima strategi. Apa saja?

1. Skrining Pelaku Perjalanan Luar Negeri

Wiku mengatakan mempertimbangkan tradisi mudik menjelang akhir tahun, maka dilakukan pengetatan arus pelaku perjalanan masuk dari luar negeri termasuk pekerja migran Indonesia.

Ilustrasi virus corona, hidung, mimisan (Pixabay/mohamed_hassan)
Ilustrasi virus corona Covid-19. (Pixabay/mohamed_hassan)

"Harap kepada masyarakat Indonesia yang berencana untuk kembali ke Indonesia pada masa liburan Nataru untuk memperhatikan aturan spesifik terkait pengetatan perjalanan ini," kata Wiku mengutip situs resmi Satgas Covid-19.

2. Pengetatan Protokol Kesehatan

Satgas Covid-19 mengatakan Pemerintah Daerah diminta melaksanakan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di tempat-tempat yang berpotensi menyebabkan kerumunan menjelang hari raya Natal dan perayaan tahun baru.

Seperti gereja atau tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah Natal tahun 2021, tempat perbelanjaan dan tempat wisata lokal.

Selain itu, sesuai InMendagri, maka pagelaran perayaan yang dikaitkan dengan Nataru di pusat perbelanjaan akan dilarang kecuali pameran UMKM.

Baca Juga: Satgas Covid-19 Ungkap Alasan Indonesia Belum Temukan Varian Omicron

3. Pelarangan Acara Publik

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI