Orang Obesitas Harus Waspada, Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Jaringan Lemak

Selasa, 14 Desember 2021 | 08:02 WIB
Orang Obesitas Harus Waspada, Virus Corona Covid-19 Bisa Serang Jaringan Lemak
lemak visceral, kelebihan berat badan, obesitas (Pixabay/jarmoluk)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sejak awal pandemi, virus corona Covid-19 nampaknya sangat rentan bagi orang yang kelebihan berat badan.

Pasien yang kelebihan berat badan atau obesitas lebih mungkin mengembangkan virus corona Covid-19 parah dan lebih mungkin meninggal.

Meskipun pasien obesitas ini biasanya memiliki masalah kesehatan mendasar, seperti diabetes yang memburuk risiko infeksi virus corona Covid-19.

Para ilmuwan semakin yakin bahwa kerentanan mereka terinfeksi virus corona Covid-19 ini berhubungan dengan masalah obesitas tersebut.

Kini, para peneliti telah menemukan bahwa virus corona Covid-19 bisa menginfeksi sel-sel lemak dan sel-sel kekebalan tertentu di dalam lemak tubuh, sehingga mendorong respons pertahanan yang merusak tubuh.

"Intinya, virus corona memang bisa menginfeksi sel lemak secara langsung," kata Dr. Philipp Scherer, ilmuwan yang mempelajari sel lemak di UT Southwestern Medical Center di Dallas dikutip dari New York Times.

Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)
Ilustrasi virus Corona Covid-19. (Dok. Envato)

Penelitian ini belum ditinjau sejawat atau diterbitkan dalam jurnal ilmiah, tetapi temuan ini sudah dipublikasikan.

Dr. Tracey McLaughlin dan Dr. Catherine Blish dari Fakultas Kedokteran Universitas Stanford, menyarankan bahwa bukti tersebut dapat menunjukkan pengobatan virus corona Covid-19 baru yang menargetkan lemak tubuh.

"Mungkin itulah kelemahan virus corona yang digunakan untuk menghindari respons imun protektif," kata Dr. Vishwa Deep Dixit, profesor kedokteran komparatif dan imunologi di Yale School of Medicine.

Baca Juga: Omicron Menyebar di 60 Negara, Harga Minyak Dunia Tertekan Melemah

Temuan ini sangat relevan dengan Amerika Serikat, yang memiliki kasus obesitas tertinggi di dunia.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI