"Banyak gejala Long Covid-19 yang tumpang tindih dengan perimenopause dan menopause, yang keduanya bisa mempengaruhi wanita dari Segala usia," kata peneliti dikutip dari Express.
Gejala Long Covid-19 dan menopasue yang tumpang tindih ini bisa membuat seseorang salah dalam menangani gejala yang melemahkan kesehatan fisik dan mental.
Apalagi, penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, osteoporosis, obesitas dan demensia sangat umum terjadi pada wanita setelah menopause.
Karena itu, para ahli menyatakan prevalensi Long Covid-19 yang lebih tinggi pada wanita di bawah usia 50 tahun adalah kondisi yang harus lebih diperhatikan dan ditangani lebih baik. Sebab, usia rata-rata wanita mengalami menopause adalah 51 tahun.
Para peneliti mengatakan banyak gejala Long Covid-19 yang tumpang tindih dengan perimenopause dan menopause, termasuk kelelahan, nyeri otot, jantung berdebarm gangguan kognitif dan gangguan tidur.
Menurut para ahli, hubungan antara gejala Long Covid-19 dan hormon seks baru terdeteksi sekarang ini. Sebuah studi baru-baru ini menunjukkan perbedaan klinis dan imunologis antara jenis kelamin pada infeksi virus corona Covid-19 akut.