Suara.com - Anda mungkin pernah tak sengaja tertidur dalam posisi duduk ketika sedang bekerja atau belajar. Kemudian, Anda mungkin akan mengalami sakit punggung, kaku leher dan bahu yang luar biasa.
Semua itu terjadi karena Anda terlalu lama tidur dalam posisi duduk dan tidak bergerak. Apalagi, tubuh manusia memang tidak terbiasa untuk tidur dalam posisi duduk maupun berdiri.
Karena, terlalu lama dalam posisi duduk bisa sangat membebani persendian Anda dan membuatnya terasa kaku. Kondisi ini juga bisa meningkatkan risiko penyakit parah, seperti trombosis vena dalam.
Sesekali tertidur dalam posisi duduk tanpa sengaja mungkin tidak akan langsung menyebabkan masalah kesehatan. Tetapi, terus-menerus tidur dalam posisi duduk bisa menyebabkan masalah kesehatan.
Baca Juga: Peneliti: Tidak Vaksinasi Tingkatkan Risiko Infeksi Ulang Virus Corona Covid-19
Tidak bergerak dalam satu posisi yang sama bisa menyebabkan nyeri punggung dan tubuh. Kondisi ini juga bisa Merusak postur tubuh kita. Selain itu, imobilitas juga bisa menyebabkan sendi kaku dan berdampak menyakitkan.
Tapi, peregangan dianggap sebagai cara terbaik untuk meningkatkan fleksibilitas, postur dan mencegah kekakuan sendi. Berbaring di tempat tidur untuk istirahat bisa membantu meregangkan anggota badan dan persendian. Sedangkan, tidur dalam posisi duduk juga bisa mengganggu sirkulasi darah dan membatasi gerakan yang bisa menyebabkan komplikasi lebih lanjut.
Selain masalah jangka pendek, tidur dalam posisi duduk juga bisa membuat Anda lebih rentan terhadap deep vein thrombosis yang terjadi ketika gumpalan darah, trombosis terbentuk di salah satu atau lebih banyak vena dalam tubuh, terutama kaki.
Kondisi ini bisa berdampak buruk ketika Anda tidur berjam-jam dalam satu posisi atau tidur dalam posisi duduk tanpa gerakan sama sekali.
Jika kondisi ini dibiarkan tidak terdiagnosis atau tidak diobati, ini dapat menyebabkan situasi darurat, seperti kematian dalam kondisi parah. Risiko terbesar terjadi ketika bagian dari bekuan darah pecah dan berjalan ke paru-paru atau otak yang mengakibatkan kerusakan signifikan.
Baca Juga: Dokter Temukan Virus Corona Covid-19 Bisa Picu Diabetes Tipe 1, Ini Sebabnya!
Dilansir dari Times of India, adapun gejala deep vein thrombosis yang harus diwaspadai, antara lain:
- Pembengkakan dan nyeri pada otot betis, pergelangan kaki atau kaki
- Kulit memerah dan hangat Akibat peradangan
- Nyeri pergelangan kaki atau kaki mendadak