3. Kaki O jenis tibia vara disebabkan oleh blount disease.
4. Bone defect, hilangnya sebagian segmen tulang karena infeksi, tumor, maupun patah tulang yang berat.
5. Pseudoarthrosis, baik yang berasal dari bawaan sejak lahir atau setelah cedera yang menyebabkan patah tulang dan tulang menjadi sulit menyambung.
6. Malunion fracture, yaitu kelainan bentuk tulang akibat penyambungan patah tulang yang tidak sesuai, sehingga berbentuk bengkok, memutar, ataupun menjadi lebih pendek.
7. Leg length discrepancy atau kedua tungkai kaki yang tidak sama panjang. Biasanya disebabkan karen cedera dan patah tulang yang sembuh ataupun tidak sembuh dan setelah itu menjadi pendek. Selain itu, bisa juga disebabkan karena kelainan bawaan.
8. Penambahan tinggi badan (stature lengthening) dengan melakukan pemanjangan tulang tungkai bawah.