Waspadai Mual dan Muntah, Bisa Jadi Gejala Pneumonia

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Senin, 04 Oktober 2021 | 20:15 WIB
Waspadai Mual dan Muntah, Bisa Jadi Gejala Pneumonia
Ilustrasi perubahan makan. (Unsplash.com/Pablo Merchán Montes)

Suara.com - Gejala pneumonia bisa berkembang mendadak selama 24 hingga 48 jam atau mungkin muncul lebih lambat selama beberapa hari. Menurut NHS, pneumonia bisa menyerang semua orang dari segala usia tetapi lebih jarang terjadi pada orang yang sangat muda atau orang tua.

Sebagian besar kasus pneumonia adalah bakteri dan tidak ditularkan dari satu orang ke orang lain. Meskipun begitu, memastikan standar kebersihan yang baik akan membantu mencegah penyebaran kuman.

Adapun gejala umum pneumonia termasuk batuk, kesulitan bernapas, demam tinggi dan nyeri dada. Menurut American Lung Association, gejala pneumonia lainnya mungkin juga termasuk kehilangan nafsu makan.

"Cara tubuh Anda merespons pneumonia tergantung pada jenis kuman yang menyebabkan infeksi usia Anda dan kesehatan Anda secara keseluruhan," kata American Lung Association, dikutip dari Express.

Gejala pneumonia lainnya mungkin termasuk mual dan muntah, terutama pada anak kecil dan kebingungan pada orangtua. Gejala pneumonia yang kurang umum juga termasuk mengi serta nyeri sendi dan otot.

Ilustrasi pneumonia.  (Pixabay.com)
Ilustrasi pneumonia. (Pixabay.com)

Jika Anda mengalami demam tinggi, batuk baru yang terus-menerus, atau kehilangan atau perubahan indera penciuman atau perasa, itu bisa menjadi pertanda virus corona Covid-19.

Seorang dokter mungkin dapat mendiagnosis pneumonia dengan menanyakan gejala dan memeriksa dada Anda. Komplikasi pneumonia lebih sering terjadi pada anak kecil, orang tua dan orang yang memiliki masalah kesehatan mendasar, seperti diabetes.

Namun, vaksin pneumokokus dan flu dapat membantu mencegah pneumonia. NHS menawarkan vaksin ini untuk orang yang berisiko tinggi. Selain vaksin, gaya hidup sehat juga bisa membantu mencegah pneumonia.

Misalnya, Anda harus berhenti merokok karena merusak paru-paru dan meningkatkan kemungkinan infeksi.

baca juga

Pneumonia juga terdiri dari beberapa jenis yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Menurut Universitas Johns Hopkins, jenis utama pneumonia adalah pneumonia bakteri, virus dan mikoplasma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Pneumonia, Beberapa Jenis Batuk Ini Bisa Jadi Tanda Peringatan!

Gejala Pneumonia, Beberapa Jenis Batuk Ini Bisa Jadi Tanda Peringatan!

Health | Kamis, 16 September 2021 | 11:16 WIB

China Temukan Satu Kasus Pneumonia Antraks Mematikan

China Temukan Satu Kasus Pneumonia Antraks Mematikan

Health | Selasa, 10 Agustus 2021 | 14:47 WIB

Kena Pneumonia, Kakak Cristiano Ronaldo Sedang Berjuang Melawan Covid-19

Kena Pneumonia, Kakak Cristiano Ronaldo Sedang Berjuang Melawan Covid-19

Bola | Kamis, 29 Juli 2021 | 07:41 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×