Pengobatan gonore sangat membutuhkan penanganan dokter, tidak bisa menggunakan obat rumahan. Dokter perlu melakukan diagnosis dengan cara melakukan pengambilan sampel cairan dari serviks atau penis, lalu diperiksa di laboratorium untuk memastikan diagnosis.
Pemeriksaan bagian anus dan tenggorokan juga dilakukan, untuk melihat ada atau tidak infeksi pada area tersebut, terutama pada pria homoseksual.
Apabila diagnosis Gonore positif, biasanya dokter akan melakukan pengobatan pemberian obat oral atau suntikan antibiotik. Pengobatan tidak hanya diberikan kepada pasien, tapi juga diberikan kepada pasangan seksualnya.
Setelah dua minggu melakukan pengobatan, pasien akan diminta untuk melakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan bakteri Gonore benar-benar hilang.
Jika Gonore tidak segera diobati dapat menyebabkan rusaknya tuba fallopi, memengaruhi kesuburan, meningkatkan risiko kehamilan di luar rahim. Sedangkan untuk laki-laki berisiko infertlitas, masalah pada prostat, atau luka pada bagian saluran kemih.
Untuk mencegah penularan gonore pada orang lain atau bahkan terinfeksi kembali, bisa dilakikan:
- Bagi penderita gonore, hindari melakukan hubungan seksual hingga pengobatan selesai.
- Penderita gonore yang sedang hamil atau menyusui tetap konsumsi obat sesuai anjuran dokter hingga pengobatan selesai agar tidak menular ke janin atau bayi.
- Berkomunikasi dengan pasangan seksual, lakukan pula pemeriksaan dan pengobatan pada pasangan. Segera hindari melakukan aktivitas seksual dengan penderita gonore.
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
- Gunakan kondom untuk menurunkan risiko terinfeksi gonore dan penyakit seksual lainnya