Suara.com - Sebuah studi baru menemukan bahwa paparan asap tembakau bisa mempercepat penuaan biologis. Temuan penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal 'Environment International'.
Penuaan biologi yang lebih cepat ini berkaitan dengan paparan asap tembakau selama kehamilan dan anak usia dini, serta paparan karbon hitam di dalam ruangan.
Hubungan antara paparan asap tembakau dan penunaan biologis ini merupakan kesimpulan dari analisis yang dipimpin oleh Institut Barcelona untuk Kesehatan Global (ISGlobal), sebuah Lembaga yang didukung oleh Yayasan "la Caixa".
Institut Barcelona untuk Kesehatan Global (ISGlobal) adalah lembaga pertama yang mengevaluasi hubungan antara sejumlah besar paparan lingkungan awal kehidupan dan usia epigenetik pada anak-anak.
Paparan faktor lingkungan selama kehamilan dan anak usia dini secara signifikan bisa mengubah metabolisme dan fisiologis tubuh, sehingga bisa menentukan kondisi kesehatan kita di masa mendatang.
![Ilustrasi asap rokok pada anak. [Shutterstock]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2016/09/16/o_1aso5m4e21rl51cjgesgttcgtpa.jpg)
Dalam hal ini, paparan lingkungan dari asap tembakau juga bisa mempercepat proses penuaan biologis yang berkaitan dengan risiko penyakit metabolik, kardiovaskular atau neurodegeneratif yang lebih tinggi.
Pada tingkat sel, penuaan biologis adalah proses berkelanjutan yang dimulai sejak awal kehidupan dan bisa diukur berkat jam epigentik. Jam epigenetik menggunakan tingkat metilasi DNA di daerah genom tertentu untuk menyimpulkan penuaan biologis seseorang.
"Jam epigenetik memungkinkan kita untuk menilai usia biologis seseorang lebih tua atau lebih muda dari usia kronologisnya," kata Mariona Bustamante, peneliti ISGlobal dikutip dari Times of India.
Beberapa penelitian telah menunjukkan hubungan antara percepatan penuaan epigenetik dan paparan lingkungan tertentu. Tetapi, sebagian besar penelitian ini dilakukan pada orang dewasa dan fokus pada paparan tunggal.
Baca Juga: Studi: Perlindungan Vaksin Covid-19 Lebih Rendah Pada 2 Varian Virus Corona
Dalam studi ini, tim peneliti yang dipimpin oleh Bustamante menyelidiki hubungan antara paparan awal kehidupan (83 paparan prenatal dan 103 anak usia dini) dan usia epigenetik 1.173 anak-anak antara 6 dan 11 tahun dari Human Early Proyek Life Exposome (HELIX) untuk pertama kalinya.