Studi: Penyakit Paru-Paru Terus Berkembang Usai Infeksi Virus Corona Covid-19

Jum'at, 27 Agustus 2021 | 09:30 WIB
Studi: Penyakit Paru-Paru Terus Berkembang Usai Infeksi Virus Corona Covid-19
Ilustrasi pasien infeksi paru-paru. (Pixabay)
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Sebuah studi menemukan infeksi virus corona Covid-19 yang berlangsung singkat bisa menyebabkan kerusakan paru-paru jangka Panjang.

Penelitian Journal of Clinical Investigation ini telah mencari tahu terkadang momen paling mematikan dari penyakit pernapasan ketika virus yang menginfeksi tubuh sudah hilang.

Proses destruktif yang terjadi selama puncak infeksi virus corona Covid-19 selama berminggu-minggu bisa menyebabkan kerusakan organ. Kondisi itu bisa menyebabkan penyakit kronis hingga kematian.

Misal pada serangan awal virus corona Covid-19, beberapa orang mengalami batuk terus-menerus, kesulitan bernapas, dan sesak napas sebagai gejala penyakit paru-paru sedang berlangsung.

Para peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis telah menemukan petunjuk tentang proses berkembangnya kerusakan paru-paru setelah terinfeksi penyakit pernapasan, seperti virus corona Covid-19.

Mereka menemukan bahwa virus memicu ekspresi protein IL-33 yang diperlukan sel induk di paru-paru untuk meningkatkan produksi lendir dan peradangan di paru-paru.

Ilustrasi paru-paru (Pixabay/oracast)
Ilustrasi paru-paru (Pixabay/oracast)

Temuan ini mengungkapkan titik potensial intervensi untuk mencegah kerusakan paru-paru kronis yang disebabkan oleh infeksi virus corona Covid-19.

"Vaksin, antivirus, terapi antibodi bisa membantu mengatasinya, tetapi bukan solusi yang tepat bagi orang dengan penyakit progresif," kata Michael J. Holtzman, MD, Profesor Kedokteran Selma dan Herman Seldin dikutip dari Times of India.

Michael J. Holtzman mengatakan bahwa tim tenaga medisnya telah menunjukkan kemajuan dalam merawat pasien penyakit akut akibat virus corona Covid-19.

Baca Juga: Gejala Virus Corona Covid-19 Mirip DBD dan Malaria, Ini Cara Membedakannya!

Tapi, satu hal yang menjadi kendali mereka adalah orang dengan penyakit progresif setelah fase infeksi tersebut.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI