3. Fase ovulasi
Ovulasi umumnya terjadi sekitar 14 hari dari siklus menstruasi hingga hari terakhir. Folikel atau sel telur belum matang yang terpilih ini akhirnya tumbuh dan berubah menjadi telur matang, lalu dilepaskan selama fase ovulasi.
Sel telur yang matang inilah, yang akan melakukan perjalanan dari ovarium ketuban falopi yang akan berpotensi dibuahi oleh sperma.
Ovulasi biasanya berlangsung selama sel telur matang yang dilepaskan masih hidup, umumnya disebut sebagai masa subur sel telur matang berkisar 12 hingga 24 jam. Selama sel telur matang ini hidup maka ia bisa dibuahi oleh sperma.
Selama ovulasi umumnya perempuan akan mengeluarkan cairan bening dan licin serupa dengan putih telur mentah. Ada Juga gejala nyeri di satu sisi, bergantung ovariu atau rahim mana yang melepaskan sel telur, ditambah libido atau hasrat seksual sangat meningkat tajam.
4. Fase luteal
Ini adalah fase terakhir dari siklus menstruasi, biasanya berlangsung selama 14 hari. Selama waktu ini sisa folikel atau sel telur akan berubah menjadi korpus luteum, yakni kumpulan sel penghasil hormon progesteron.
Proses ini merupakan tahap pengentalan lapisan rahim, dilakukan untuk mempersiapkan kehamilan jika sel telur dibuahi. Fase ini perempuan umumnya mengalami gejala sindrom pramenstruasi (PMS) yang ditandai dengan kram perut, kelelahan, perubahan suasana hati, sakit kepala dan kembung.
Baca Juga: Bokong Sering Sakit Saat Menstruasi, Waspadai 3 Penyebabnya