Musim Kemarau, Bisakah Cuaca Panas Membunuh Manusia?

M. Reza Sulaiman Suara.Com
Rabu, 18 Agustus 2021 | 07:55 WIB
Musim Kemarau, Bisakah Cuaca Panas Membunuh Manusia?
Ilustrasi cuaca panas, serangan panas.[Gerhard G./Pixabay]
Follow Suara.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Suara.com - Musim kemarau ditandai dengan cuaca panas yang menyengat, baik itu di siang hari maupun ketika matahari sudah tenggelam.

Mungkin pertanyaan ini terdengar aneh, tapi apakah cuaca panas yang dirasakan saat ini bisa membunuh seseorang?

Sebagai gambaran, rata-rata suhu di Amerika Serikat bisa mencapai lebih dari 37 derajat Celsius di musim panas. Pada serangan panas tahun 2019, sebagian besar wilayah bahkan melaporkan cuaca panas hingga 40 derajat celsius.

Melansir WebMD, dr Erika Moseson, pakar kesehatan saluran pernapasan di rumah sakit Gresham, menyebut serangan panas sangan mungkin membuat seseorang dilarikan ke rumah sakit.

Cuaca panas bisa merusak kulit wajah bila tak dilindungi dengan tabir surya. (Shutterstock)
Cuaca panas. (Shutterstock)

Pasien serangan panas bisa tiba-tiba pingsan di rumah, pinggir jalan, hingga kendaraan umum.

"Satu persatu orang berdatangan, dalam keadaan tidak sadar, dengan keluhan yang sama. Cuaca panas dan kepala pusing," tuturnya.

Ia menceritakan satu kejadian di mana seorang pasien harus kehilangan nyawa karena serangan panas. Pasien yang berusia sekitar 50 tahun tidak sadarkan diri menjelang tidur, dan meninggal 18 jam kemudian di rumah sakit.

"Jadi iya, serangan panas bisa membunuh Anda," tuturnya menegaskan.

Lalu, bagaimana bisa serangan panas membunuh seseorang? Apakah ada pengaruh lokasi dan tempat tinggal terhadap risiko kematian karena serangan panas?

Baca Juga: Italia Catat Suhu Terpanas dalam Sejarah Eropa

Berdasarkan laman WebMD, tubuh manusia berfungsi normal di suhu sekitar 36,5 derajat Celsius, di manapun berada. Sebuah area bernama hipotalamus di dalam otak berfungsi sebagai pengatur temperatur tubuh.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI